JAKARTA - Kelompok militan Palestina Hamas pada Hari Selasa kembali menyerahkan jenazah sandera yang tewas di Jalur Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.
Kelompok Hamas dan Israel menyepakati kesepakatan tahap pertama gencatan senjata pekan lalu, dengan mediator Amerika Serikat, Mesir dan Qatar. Pengembalian sandera yang hidup maupun meninggal, akan diikuti dengan pembebasan tahanan Palestina.
Kelompok Hamas memberitahu mediator mereka akan menyerahkan empat jenazah ke Israel mulai pukul 19.00 GMT, seorang pejabat yang terlibat dalam operasi tersebut mengatakan kepada Reuters, seperti dikutip 15 Oktober.
"Kami telah menerima komunikasi ini dari otoritas Israel," ujar Olga Cherevko, juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di Gaza, kepada para wartawan.
"Kami tentu sangat berharap jenazah para sandera diserahkan dan gencatan senjata terus dilaksanakan," tambahnya.
Kemudian, militer Israel mengatakan Palang Merah telah menerima empat peti mati dari Hamas dan sedang dalam perjalanan untuk menyerahkan jenazahnya kepada pasukan Israel.
Sebelumnya, Israel mengatakan hanya akan mengizinkan setengah dari jumlah truk bantuan yang disepakati masuk ke Gaza mulai Rabu, menurut catatan yang dilihat oleh Reuters dan dikonfirmasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
COGAT, badan militer Israel yang mengawasi aliran bantuan ke Gaza, juga memberi tahu PBB, tidak ada bahan bakar atau gas yang akan diizinkan masuk ke wilayah kantong tersebut kecuali untuk kebutuhan khusus terkait infrastruktur kemanusiaan.
COGAT menyalahkan Hamas atas lambatnya pembebasan jenazah sandera atas keputusan untuk membatasi truk bantuan hingga 300 per hari, menuduh kelompok militan itu melanggar perjanjian.
"Hamas melanggar perjanjian mengenai pembebasan jenazah para sandera yang ditawan di Jalur Gaza. Akibatnya, para pemimpin politik telah memutuskan untuk menjatuhkan sejumlah sanksi terkait dengan perjanjian kemanusiaan yang telah dicapai," demikian bunyi catatan COGAT.
Sementara itu, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan, pemulangan seluruh jenazah sandera yang tewas membutuhkan waktu, menyebutnya sebagai "tantangan besar" mengingat sulitnya menemukan jenazah di antara reruntuhan Gaza, dikutip dari The Times of Israel.
BACA JUGA:
Pada Hari Senin, Hamas menyerahkan jenazah empat dari 28 sandera yang tewas, membuat Israel dan keluarga dari 24 sandera lainnya menuduh kelompok teror tersebut melanggar komitmennya berdasarkan gencatan senjata.
Sementara, 20 sandera yang masih hidup sejak disandera pada 7 Oktober 2023 telah dibebaskan seluruhnya di hari yang sama.
Jumat pekan lalu, COGAT memperkirakan sekitar 600 truk bantuan akan memasuki Gaza setiap hari selama gencatan senjata. COGAT memberi tahu PBB, 817 truk telah memasuki Gaza pada Hari Minggu, kata Cherevko.