JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengaku masih mempertimbangkan masak-masak solusi jangka panjang perdamaian di Gaza setelah kesepakatan gencatan senjata tahap awal diberlakukan.
"Akan memutuskan apa yang menurut saya benar [terkait solusi jangka panjang untuk konflik Israel-Hamas]" ujar Trump kepada para wartawan di Pesawat Air Force One yang membawanya pulang ke AS, dikutip dari AFP pada Selasa 14 Oktober.
Trump melakukan kunjungan singkat ke Timur Tengah untuk bergabung dengan para pemimpin regional menghadiri KTT Perdamaian membahas Gaza di Mesir pada Senin kemarin.
Dalam acara itu, ditandatangani juga deklarasi memperkuat kesepakatan gencatan senjata setelah dua tahun Israel melakukan invasi militer di Gaza.
Menurut Trump, solusi jangka panjang perdamaian Gaza terkait hal ini ada dua yang sejauh ini diperbincangkan banyak negara.
"banyak orang menyukai solusi satu negara, beberapa orang menyukai solusi dua negara. Kita lihat saja nanti," ujar Trump.
"Saya akan memutuskan apa yang menurut saya benar, tetapi saya akan berkoordinasi dengan negara bagian dan negara lain," sambungnya.
BACA JUGA:
Sekitar tiga perempat dari 193 negara anggota PBB mengakui negara Palestina yang diproklamasikan pada tahun 1988 oleh para pemimpin Palestina yang diasingkan.
Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, mengkritik keputusan sekutu-sekutunya, termasuk Inggris dan Kanada, pada bulan lalu karena mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat.