JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi La Nina pada akhir tahun 2025 yang berakibat curah hujan tinggi hingga banjir.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta TNI–Polri.
“Koordinasi ini untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Kamis, 9 Oktober.
BPBD juga memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) dan memastikan posko siaga bencana di seluruh wilayah administrasi kota berfungsi optimal. Pemeriksaan berkala terhadap pompa air, waduk, dan pintu air terus dilakukan guna menjamin kesiapan infrastruktur penanggulangan banjir.
Isnawa mengimbau masyarakat tetap waspada dan aktif memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan BPBD DKI Jakarta. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kesiapsiagaan sangat penting, terutama di wilayah rawan genangan.
"Mitigasi dini merupakan kunci dalam menghadapi potensi La Nina, mengingat dampaknya bisa meluas terhadap aktivitas masyarakat, infrastruktur, dan sektor ekonomi di Jakarta," ungkap Isnawa.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi La Nina lemah akan datang di Indonesia di akhir tahun 2025. Kondisi La Nina tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Sebanyak 333 ZOM (47,6 persen) di Indonesia diprediksi akan masuk musim hujan pada bulan September hingga November 2025. Sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan telah memasuki musim hujan sebelum September 2025.
Selanjutnya, musim hujan akan meluas secara bertahap ke wilayah selatan dan timur, dengan sebagian besar daerah diprediksi mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, dan November 2025.
Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat. Dan bulan Januari hingga Februari 2026 di Indonesia bagian selatan dan timur.