Bagikan:

YOGYAKARTA – Profil Putera Sampoerna tengah jadi perbincangan setelah namanya tercantum dalam list pembeli Patriot Bonds Danantara Indonesia. Meski belum bisa dipastikan kebenaran data tersebut, Putera Sampoerna memang dinilai layak menjadi investor.

Sebagai informasi tambahan, apa itu Patriot Bonds dapat dipahami sebagai surat hutang (obligasi) yang memberikan timbal balik berupa bunga sebesar 2 persen. Bunga tersebut cenderung kecil dan hanya ditawarkan lewat skema private placement. Tak heran jika pembeli obligasi adalah konglomerat di Indonesia salah satunya Putera Sampoerna. Lalu siapa Putera Sampoerna sebenarnya?

Profil Putera Sampoerna

Putera Sampoerna adalah pengusaha Indonesia yang saat ini memiliki perusahaan rokok PT HM Sampoerna. Ia lahir pada 13 Oktover 1947 di Schiedam, Belanda. Putera sendiri lahir di keluarga pengusaha. Sang ayah bernama Liem Swie Tee alias Aga Sampoerna, sedangkan kakeknya bernama Liem Seeng Tee.

Perusahaan rokok Sampoerna sendiri awalnya didirikan oleh sang kakek yakni Liem Seeng Tee. Setelah itu diwariskan kepada Aga Sampoerna, dan saat ini diteruskan oleh Putera Sampoerna.

Sebagai cucu konglomerat, pendidikannya sebagian besar ditempuh di luar negeri. Misalnya, ia menempuh pendidikan internasional pertamanya di HongKong yakni di Diocesan Boys School. Setelah itu lanjut ke Carey Baptist Grammar School, Melbourne, Australia. Putera kemudian mengambil pendidikan tingkat Sarjana di University of Houston, Texas, Amerika Serikat.

Setelah pendidikannya selesai, Putera kemudian menikah dengan Katie, perempuan keturunan Tionghoa berkewarganegaraan Amerika Serikat. Dari pernikahan itu keduanya dikaruniai empat orang anak.

Rekam Jejak Putera Sampoerna

Meski memiliki bisnis keluarga yang besar, Putera tak lantas langsung masuk ke dalam perusahaan tinggalan kakeknya tersebut. Ia justru pindah ke Singapura dan menjalankan bisnis perkebunan sawit yang dimiliki oleh pengusaha asal Malaysia. 

Setelah itu Putera mencoba mendirikan perusahaannya sendiri yaitu Alfa dan Bank Sampoerna. Di bawah komandonya, Alfa berhasil berkembang pesat sampai sekarang. Sedangkan Bank Sampoerna gagal berkembang dan berhenti beroperasi. Namun di tahun 2012 bank tersebut kembali dibangkitkan dengan nama PT Bank Sahabat Sampoerna.

Di tahun 1980-an, Putera akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan perusahaan yang saat itu telah dipegang oleh sang ayah. Di tahun 1986, Putera kemudian diangkat sebagai CEO PT HM Sampoerna menggantikan ayahnya.

Di bawah kepemimpinan Putera, Sampoerna berhasil menjadi perusahaan rokok yang berkembang pesat. Bahkan perusahaan tersebut berhasil menciptakan inovasi produk baru berupa rokok rendah tar dan nikotin (mild) dengan brand A Mild. Kini jenis rokok tersebut memiliki segementasi konsumennya sendiri.

Di tahun 1994, sang ayah akhirnya meninggal dunia. Perusahaan kemudian diserahkan kepada sang anak pada tahuh 2000. Sejak saat itu PT HM Sampoerna dipegang oleh Michael Samperna. Tak berselang lama ia juga mendirikan Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang dipegang oleh anak perempuannya yakni Michelle Sampoerna.

Di tahun 2011, Putera Sampoerna menyabet penghargaan Peace Through Commerce Medal Award 2011 yang diberikan oleh Administrasi Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan AS. Penghargaan itu diberikan karena upaya Putera yang terus meningkatkan perdagangan internasional antara RI dan AS.

Majalah bisnis Amerika, Forbes, beberapa kali memasukan Putera Sampoerna dalam daftar orang kaya di Indonesia. Di tahun 2020 misalnya, Putera masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp26 triliun.

Itulah informasi terkait profil Putera Sampoerna. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.