Bagikan:

JAKARTA - SpaceX telah mengakhiri era roket Starship generasi kedua (V2) dengan sebuah penerbangan uji terakhir yang sukses, dan kini resmi beralih ke pengembangan varian V3 yang lebih canggih.

Roket setinggi hampir 400 kaki itu meluncur dari Starbase, Texas pada Senin malam 13 Oktober  pukul 18.23 waktu setempat. Dalam misi ini, perusahaan mengatakan semua tujuan kunci berhasil tercapai.

Penerbangan Terakhir yang Padat Pencapaian

  • Booster Super Heavy: Booster yang digunakan ulang dari tes bulan Maret lalu mencoba profil pendaratan baru. Ia menyalakan kembali 13 mesinnya, kemudian mengurangi menjadi lima, dan akhirnya hanya tiga mesin untuk melakukan "hover" sesaat sebelum melakukan "soft splashdown" yang direncanakan di Teluk Meksiko.

  • Tahap Atas (Starship): Bagian atas roket berhasil menyebarkan delapan simulator satelit Starlink. SpaceX juga menguji "manuver dynamic banking" baru yang ditujukan untuk upaya pendaratan kembali di landasan pacu di masa depan. Starship kemudian sendiri mendarat di Samudra India.

  • Eksperimen Perisai Panas: Seperti pada tes sebelumnya, para insinyur terus bereksperimen dengan ubin perisai panas Starship, termasuk mencoba variasi dan melakukan pelepasan selektif untuk mengumpulkan data saat kembali ke atmosfer Bumi.

Penerbangan ini menandai peluncuran terakhir untuk konfigurasi Starship V2 dan Super Heavy generasi pertama.

Memasuki Fase Baru dengan Starship V3

Kesuksesan misi ini secara resmi memulai fase berikutnya program Starship: menerbangkan purwarupa yang ditingkatkan bernama V3.

V3 dilengkapi khusus untuk demonstrasi docking (penyandaran) di orbit dan transfer propelan—kemampuan yang sangat penting untuk misi ke Bulan dan Mars. SpaceX juga menyatakan bahwa V3 mencakup perubahan struktural dan peningkatan pada mesin Raptor yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkutnya.

"Iterasi berikutnya ini akan digunakan untuk penerbangan orbital Starship pertama, misi operasional dengan muatan, transfer propelan, dan banyak lagi saat kami berupaya menciptakan kendaraan yang dapat digunakan ulang sepenuhnya dengan cepat, untuk melayani orbit Bumi, Bulan, Mars, dan seterusnya," kata perusahaan tersebut.

Dukungan Infrastruktur dan Pentingnya Starship

Secara paralel, SpaceX sedang meningkatkan Pad A di Starbase dan untuk sementara memindahkan peluncuran ke Pad B. Perusahaan juga membangun dua landasan peluncuran Starship di Cape Canaveral dan Kennedy Space Center di Florida.

Starship, roket paling kuat yang pernah dikembangkan, merupakan tulang punggung bagi kampanye Artemis NASA dan rencana SpaceX untuk mulai menyebarkan satelit Starlink berkapasitas lebih tinggi.

Pejabat Pelaksana Administrator NASA, Sean Duffy, memuji misi ini di X, menyebutnya "langkah besar menuju pendaratan astronaut Amerika di kutub selatan Bulan."

SpaceX telah dianugerahi lebih dari 4 miliar dolar AS untuk mengembangkan varian Starship berawak, yang disebut Human Landing System, untuk misi berawak Artemis 3 yang saat ini dijadwalkan pada 2027. Namun, untuk memenuhi tenggat waktu tersebut, SpaceX harus terlebih dahulu mendemonstrasikan pencapaian yang semakin kompleks, terutama penyandaran orbital dan transfer propelan di orbit.