Bagikan:

JAKARTA – Pemilik SpaceX, Elon Musk, mengonfirmasi bahwa penerbangan uji coba roket Starship V3 akan diundur hingga Mei. Padahal, roket ini sebelumnya dijadwalkan lepas landas pada April.

Musk pun memberi estimasi bahwa peluncuran akan dilakukan dalam empat hingga enam minggu ke depan. Peluncuran ini mengalami hambatan selama berbulan-bulan karena integrasi sistem baru yang ditingkatkan cukup memakan waktu.

Meski pengujiannya berjalan lebih lambat, hal ini tetap dilakukan karena SpaceX berupaya memastikan bahwa kendaraan tersebut lebih andal dan sesuai dengan standar ketat NASA untuk misi pendaratan di bulan.

Peningkatan teknologi pada roket generasi terbaru ini sangat krusial, khususnya bagi program Artemis yang diinisiasi NASA. Starship dirancang sebagai sistem transportasi yang dapat digunakan kembali sepenuhnya untuk mengangkut muatan dalam skala besar.

Perusahaan tersebut terakhir kali melakukan uji coba pada Oktober tahun lalu sebagai uji coba yang kesebelas. Dibandingkan dengan roket Falcon sebelumnya, Starship memiliki kapasitas angkut kargo dan awak yang jauh lebih besar.

Dalam visi jangka panjangnya, Musk ingin menjadikan Starship sarana transportasi utama menuju planet Mars. Area muatan pada bagian atas roket akan dilengkapi dengan sekitar 40 kabin untuk menampung para penjelajah luar angkasa.

Setiap kabin diprediksi mampu menampung dua hingga tiga orang demi kenyamanan selama perjalanan panjang antarplanet. Dengan konfigurasi tersebut, satu unit Starship diharapkan dapat membawa kurang lebih 100 orang dalam sekali penerbangan.

NASA telah memberikan dukungan sebesar 135 juta dolar AS (Rp2,2 triliun) untuk pengembangan desain pendarat ini. Investasi besar ini diberikan agar Starship mampu menjadi pesawat pendarat berawak terbaik di permukaan bulan.