Bagikan:

YOGYAKARTA – Pengusaha Arif Rachmat disebut masuk dalam daftar konglomerat pembeli Patriot Bonds – obligasi yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Lantas, seperti apa sosoknya? Simak informasi tentang profil Arif Rachmat dalam artikel berikut ini.

Sebelumnya, santer beredar di media sosial daftar nama konglomerat yang borong Patriot Bonds Danantara dengan total nilai mencapai Rp50 triliun.

Dalam dokumen yang viral di media sosial, terdapat 46 konglomerat yang memborong surat utang tersebut. Salah satunya adalah Arif Rachmat. Ia merogoh kocek sebesar Rp0,75 triliun atau Rp750 miliar untuk berinvestasi obligasi patriot bonds.

Akan tetapi, setelah dokumen ini viral, pihak Danantara memberikan sanggahan. Mereka menegaskan bahwa daftar 46 konglomerat yang membeli Patriot Bonds bukan informasi resmi yang diterbitkan Danantara.

“Sampai saat ini tidak ada pengumuman yang dikeluarkan,” kata MD Global Relations and Governance Danantara Mohamad Al-Arief dalam keterangan resmi Danantara, dikutip VOI.

Profil Arif Rachmat

Profil Arif Rachmat merupakan putra taipan Theodore Permadi Rachmat (TP Rachmat), eks CEO Astra. Namanya pernah masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia 2022. Daftar tersebut berisi sejumlah anak muda yang sukses yang berasal dari berbagai negara di Asia.

Lahir 1 Juli, 2025, pemilik nama lengkap Arif Patrick Rachmat ini tercatat pernah menempuh studi di Amerika Serikat hingga mendapatkan gelar sarjana.

Setelah itu, Arif mengambil program magister Riset Operasoonal dan Tekni Industri di Cornell University, Ithaca, New York. Usai mengantogi gelar magister, Arif bekerja di General Electric di Amerika Serikat dan negara lain selama 7 tahun di berbagai lever manajerial.

Pada tahun 2022 Arif diangkat sebagai Komisaris PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) lewat persetujuan RUPS Luar Boasa Perseroan.

Selain itu, Arif juga merupakan Co-Founder& CEO PT Triputra Agro Persana (TAP) yang merupakan bisnis dari ayahnya. Perusahaan ini bergerak di sektor Perkebunan kelapa sawit. TAP memiliki sekitar 40.000 karyawan dan 200.0000 kemitraan petani kecil.

Perlu diketahui, TAP yang dipimpin Arif P. Rachmat termasuk salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 300.000 hektare cadangan lahan, di mana lebih dari 150.000 hektar cadangan lahan.

Sebagai pemimpin Triputra Grup, Arif membawahi sebuah perusahaan membawahi sebuah perusahaan induk swasta dengan investasi signifikan di berbagai emiten seperti Adaro Energy (kalapa sawit dan kayu, Kirana Megatra (karet), Assa (mobilits dan lgsitik. Serta kelompok swasta seperi Daya Gourp (dealer Honda)

Tak hanya itu, profil Arif Rachmat juga pernah menjabat sebagai Board of Advisors The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, Rabobank Food Agri in Asia, GAPKI dan Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Bahkan, Arif tercatat pernah menjadi Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Pangan dan Kehutanan Indonesia dan Ketua Yayasan GK Indonesia. Ia juga sempat menjadi anggota Young Global Leaders World Economic Forum, Young President Organization dan APINDO.

Pada 2014, Globe Asia memasukkan Arif Rachmat dalam daftar 100 Konglomerat Terbesar di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-15 dalam daftar tersebut.

Demikian informasi tentang profil Arif Rachmat. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+