Bagikan:

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan jika kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan diresmikan pada 10 November 2025 mendatang.

"Tanggal 10 November kita akan mulai on stream proyek RDMP Balikpapan, yaitu Refinery Development Master Plan Balikpapan, yang nanti akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang," ujar Simon dikutip Rabu, 8 Oktober.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri memiliki tujuan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang, yang semula 260.000 barrel per hari menjadi 360.000 barrel per hari

Simon mengklaim, produk yang dihasilkan kilang ini memiliki kualitas BBM setara Euro 5.

"Produk yang dihasilkan nanti akan setara dengan Euro 5, yaitu kadar sulfur di bawah 10 ppm. Ini sangat luar biasa," sambung Simon.

Simon menambahkan, dengan peningkatan produksi ini, Simon mengaku impor minyak bisa ditekan karena berhasil meningkatkan kinerja kilang.

Simon juga menanggapi kritikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembangunan kilang Pertamina yang terbilang lama.

Menurut Simon, kritikan yang disampaikan Purbaya merupakan masukan yang berarti untuk Pertamina dalam menjalankan bisnisnya ke depan serta memperbaiki kinerja.

"Kalau kemarin kita sempat mendengar Pak Menteri Keuangan menyampaikan bahwa mungkin tidak banyak kilang yang dibangun, tentunya itu menjadi masukan berharga buat kami," sambung Simon.

Simon bilang, Proyek RDMP Balikpapan tidak hanya sekedar berbicara peningkatan kapasitas, namun juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar.

Proyek tersebut menyerap tenaga kerja hingga 24 ribu orang dan mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35 persen.

Sementara kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai angka yang fantastis, yakni Rp514 triliun.