YOGYAKARTA - Profil Handojo Selamet Muljadi dikenal sebagai pemegang saham mayoritas dan sebelumnya dia juga menduduki posisi sebagai Presiden Direktur/CEO PT Tempo Scan Pacific Tbk ("Tempo Scan") sejak tahun 1995 hingga 2020. Namun, pada pertengahan tahun 2020 Handojo telah memberikan jabatan CEO tersebut kepada seorang senior executive perusahaan dengan latar belakang profesional.
Profil Handojo S. Muljadi
Selama 25 tahun menjadi CEO Tempo Scan, Handojo tetap setia kepada core businesses yang terdiri dari Consumer Products, Farmasi, Cosmetics dan Distribusi & Logistik. Handojo berbeda dengan pengusaha lain di dekade 90-an yang merambah ke berbagai macam usaha, dia lebih memilih untuk konsisten mengolah bisnis inti Tempo Scan.
Handojo melakukan restrukturisasi perusahaan sejak pulang dari studi di New York University tahun 1989, dan pada awal tahun 90-an dia menjadikan Tempo Scan sebagai sub-holding dari Tempo Scan Group yang menaungi core businesses tersebut. Pada tahun 1994, akhirnya Tempo Scan menjadi perusahaan publik dengan menaruh saham Tempo Scan di Bursa Efek Indonesia (dulu bernama Bursa Efek Jakarta).
Setelah berstatus sebagai perusahaan publik, Tempo Scan terus melakukan ekspansi usahanya termasuk melakukan akuisisi pada perusahaan farmasi lain, dan seperti perusahaan lainnya saat itu, untuk membiayai akuisisi tersebut, Tempo Scan juga berhutang dalam mata uang asing.
Pada tahun 1997-1998, saat Indonesia sedang berada dalam krisis ekonomi Asia dan gejolak politik, Tempo Scan tetap menjaga reputasinya dengan melunasi lebih awal utang sindikasi luar negeri, ataupun utang dalam mata uang lainnya sekitar US$125 juta di akhir tahun 1999. Seperti banyak pengusaha Indonesia yang lain, utang luar negeri tersebut tidak semuanya dilakukan hedging atau lindung nilai, sehingga saat nilai tukar rupiah menurun drastis karena krisis, Tempo Scan juga mendapatkan masalah serius.
Namun di akhir tahun 1998, bersama manajemen Tempo Scan, Handojo berhasil melakukan Rights Issue yang hasilnya dimanfaatkan untuk membayar lunas hutang luar negeri tersebut tanpa meminta loan rescheduling dan hair cut (potongan nilai pokok hutang) dari para kreditor luar negeri.
Tindakan tersebut masuk dalam liputan koran bisnis "Wall Street Journal" edisi 3 Desember 1999 yang menuliskan antara lain "Tempo might be among the first Indonesian companies to prepay a foreign loan since the country's economic and political problems began in 1997".
Sejak saat itu, Tempo Scan mengelola keuangannya secara prudent dan lebih berhati-hati sehingga menyimpan neraca keuangan yang sehat dengan posisi net cash (posisi dana kas & setara kas lebih besar dari total hutang) sejak tahun 1999.
Bersama Handojo pula, Tempo Scan terus menaruh investasi cashflow perusahaan dengan membangun 9 pabrik, 46 cabang, 7 distribution center, 127 sales points di seluruh Nusantara, serta pembangunan fasilitas e-commerce fulfillment centers sejalan dengan berkembangnya e-commerce business dengan sangat pesat.
Semua sarana produksi dan distribusi Tempo Scan memanfaatkan IT system yang mutakhir dan hal tersebut dimungkinkan sebab Handojo mengambil keputusan agar Tempo Scan menjadi early adopter dari ERP SAP sejak tahun 2002-2003, dan saat ini hampir seluruh unit-unit usaha Tempo Scan menggunakannya.
Tempo Scan sangat fokus dalam mengembangkan Brand Equity miliknya sehingga dapat menjadi Proxy "Produk Rakyat Indonesia", sebab harganya dapat dijangkau oleh masyarakat luas dan menjadi kebutuhan sehari-hari.
Demikian pula R&D yang juga dilakukan oleh SDM Indonesia, dan diproduksi di dalam negeri/domestic manufacturing oleh Tenaga Kerja Indonesia. Hasilnya, mayoritas dari Brand Equity Tempo Scan memiliki DNA produk Indonesia dan telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, antara lain: bodrex, NEO rheumacyl, hemaviton, bodrexin, Oskadon, Marina, IPI vitamins, My Baby, SOS, Total Care, dan lainnya.
BACA JUGA:
Handojo juga membawa Tempo Scan go internasional saat perseroan melebarkan sayap bisnisnya ke Thailand di tahun 2007. Bahkan Tempo Scan juga mendirikan Tempo Scan Pacific Philippines pada tahun 2010 dan Tempo Scan Pacific Malaysia di tahun 2012. Hal tersebut sejalan dengan ambisinya dalam mengembangkan usaha Tempo Scan hingga wilayah Pacific.
Pemegang Saham Mayoritas dari Tempo Scan Group
Handojo adalah putra dari Ibu Kartini Muljadi, S.H., dan menjadi pemegang saham mayoritas dari Tempo Scan Group di bawah holding PT Bogamulia Nagadi (BMN), sebuah perusahaan yang didirikannya di awal dekade 90-an, dan BMN memiliki saham mayoritas pada PT Tempo Scan Pacific Tbk.
Hubungan Handojo, Ibu Kartini Muljadi, S.H., dan Ibu Dian P. Tamzil sebagai budenya sangat erat, di mana Handojo menganggap kedua wanita tersebut sebagai panutan utama yang membesarkan dan mendidiknya sejak almarhum ayahnya wafat dan dirinya berusia 8 tahun.
Demikianlah ulasan mengenai profil Handojo S. Muljadi. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.