JAKARTA - Presiden Ceko Petr Pavel menegaskan inisiatif Ceko untuk mengirimkan amunisi ke Ukraina harus dilanjutkan.
Desakan ini disampaikan Petr Pavel setelah pemilu akhir pekan lalu dimenangkan oleh partai yang menyatakan ingin mengakhiri program tersebut.
ANO, partai oposisi populis mantan Perdana Menteri miliarder Andrej Babis, muncul sebagai pemenang pemilihan parlemen hari Sabtu, memperoleh 80 dari 200 kursi di majelis rendah.
Partai ini sekarang sedang mengadakan pembicaraan dengan partai-partai untuk mengamankan mayoritas.
Sebelum pemilu, Babis mengatakan akan mengakhiri program amunisi Ceko, menyebutnya terlalu mahal dan tidak transparan. Dia mengatakan Uni Eropa dan NATO harus menanganinya.
"Jika kami mengurangi atau bahkan mengakhiri dukungan ini, kami terutama akan merugikan diri sendiri, tetapi mengakhiri dukungan ini juga akan berdampak negatif pada Ukraina, jika lebih banyak lagi yang kehilangan nyawa," kata Pavel pada Senin, 6 Oktober dilansir Reuters.
Program amunisi, yang mempertemukan para pedagang dan pejabat pertahanan dari seluruh dunia untuk menemukan jutaan peluru artileri bagi Kyiv dengan pembiayaan dari negara-negara Barat, merupakan program dukungan utama bagi Ukraina di bawah pemerintahan Perdana Menteri Petr Fiala yang akan berakhir.
BACA JUGA:
Pavel, mantan pejabat tinggi NATO, telah menjadi pendukung kuat inisiatif tersebut.
Dukungan tersebut dipuji oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
Pavel mengatakan Babis bisa mendapatkan akses untuk mempelajari lebih dekat inisiatif tersebut guna melihat bagaimana cara kerjanya.
"Saya berasumsi bahwa baik dengan Andrej Babis, maupun dengan perwakilan partai-partai lain, kami akan mengutamakan kepentingan Republik Ceko, sekutu dan mitra kami seperti Ukraina, dan kami tidak akan merugikan mereka maupun diri kami sendiri," kata Pavel.
Pemerintah Ceko memperkirakan jumlah pengiriman amunisi akan meningkat tahun ini, setelah pengiriman 1,5 juta amunisi, termasuk 500.000 peluru 155mm, pada tahun 2024.