Bagikan:

JAKARTA - Kedua landasan pacu di Bandara Munich ditutup pada Jumat malam waktu setempat untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah drone kembali terlihat.

Hal ini mengakibatkan puluhan penerbangan dialihkan atau dibatalkan dan membuat sekitar 6.500 penumpang terlantar, kata pihak berwenang.

Sabtu, 4 Oktober pagi, pihak bandara mengumumkan jadwal pembukaan pukul 5 pagi ditunda karena penampakan drone. Bandara menyarankan penumpang untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka.

"Pengendali lalu lintas udara Jerman membatasi operasi penerbangan di Bandara München sebagai tindakan pencegahan karena penampakan drone yang belum terkonfirmasi dan menangguhkannya hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian bunyi pernyataan di situs web bandara dilansir Reuters.

Dalam pembaruan selanjutnya, bandara menyatakan 23 penerbangan dialihkan, 12 penerbangan ke München, dan 48 keberangkatan dibatalkan atau ditunda.

"Seperti pada malam sebelumnya, bandara dan maskapai penerbangan mengurus para penumpang," sambungnya.

"Tempat tidur lipat, selimut, minuman, dan makanan ringan dibagikan,” kata pengelola bandara.

Pada malam sebelumnya, kapten pesawat tujuan London yang keberangkatannya dibatalkan memberi tahu penumpang landasan pacu telah ditutup karena penampakan drone di dekat landasan pacu lepas landas dan pendaratan.

Helikopter polisi saat itu sedang terbang di dekat lokasi.

Situs web bandara menunjukkan kedatangan yang dijadwalkan telah dialihkan mulai pukul 20.35 waktu setempat.

Bandara Munich ditutup selama beberapa jam pada Kamis malam dan dini hari setelah penampakan pesawat tanpa awak (drone) yang belum dikonfirmasi mengganggu puluhan penerbangan.

Aviasi Eropa telah berulang kali dilanda kekacauan dalam beberapa pekan terakhir akibat penampakan pesawat tanpa awak (drone) yang oleh beberapa otoritas disalahkan pada Rusia. Kremlin telah membantah keterlibatannya.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt sebelumnya berjanji pada Jumat untuk mengajukan undang-undang yang memudahkan polisi untuk meminta militer menembak jatuh pesawat tanpa awak (drone).