Bagikan:

JAKARTA - Bandara Munich, München, Jerman, dibuka kembali pada Jumat setelah ditutup semalam akibat penampakan pesawat nirawak (drone) yang memaksa pembatalan atau pengalihan puluhan penerbangan menjelang libur nasional.

Ketika operasi kembali normal pada Jumat, 3 Oktober pagi, seorang saksi mata Reuters melihat penumpang sedang check-in untuk penerbangan ke Varna di Bulgaria.

Papan keberangkatan menunjukkan hanya beberapa penerbangan yang dibatalkan. Sebuah penerbangan dari Bangkok adalah penerbangan pertama yang mendarat sekitar pukul 05.25 waktu setempat, menurut situs web bandara.

Dilansir Reuters, pihak bandara menyatakan beberapa penampakan drone pada Kamis malam telah memaksa kontrol lalu lintas udara untuk menangguhkan operasi, yang mengakibatkan pembatalan 17 penerbangan dan mengganggu perjalanan hampir 3.000 penumpang, yang telah disediakan tempat tidur, selimut, dan makanan.

Sebanyak 15 penerbangan yang tiba dialihkan ke kota-kota lain termasuk Stuttgart, Nuremberg, Wina, dan Frankfurt, kata pihak bandara.

Drone-drone tersebut terlihat pada larut malam di atas bandara, kata seorang juru bicara kepolisian kepada surat kabar Bild. Namun karena hari sudah gelap, ukuran dan jenis drone tersebut tidak dapat dipastikan, tambahnya. Kepolisian tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Gangguan di Munich merupakan insiden terbaru dari serangkaian insiden drone serupa yang telah mengguncang dunia penerbangan Eropa dan menimbulkan kekhawatiran keamanan yang lebih luas. Insiden ini terjadi setelah intrusi wilayah udara yang menyebabkan penutupan sementara bandara di Denmark dan Norwegia pekan lalu.

Bandara Munich dibuka kembali setelah penampakan drone menghentikan penerbangan.

Insiden tersebut memicu respons tajam dari para pemimpin Uni Eropa, yang mendukung rencana pada pertemuan puncak di Kopenhagen pada Rabu untuk memperkuat pertahanan blok tersebut dengan langkah-langkah anti-drone.

"Eropa harus mampu mempertahankan diri," ujar Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen setelah pertemuan tersebut.

Pihak berwenang belum secara terbuka menyalahkan aktor tertentu atas insiden drone di Munich, tetapi beberapa pejabat Eropa menduga Rusia berada di balik pelanggaran wilayah udara lainnya baru-baru ini.

"Rusia mencoba menguji kita. Namun, Rusia juga mencoba menebar perpecahan dan kecemasan di masyarakat kita," kata Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen.