JAKARTA - Kepolisian Norwegia menutup penyelidikan atas dugaan penampakan pesawat tanpa awak (drone) yang menyebabkan penutupan bandara Oslo pada September, dengan alasan tidak cukup bukti keberadaan drone tersebut.
Baik bandara Oslo maupun Kopenhagen ditutup selama beberapa jam pada 22-23 September setelah wilayah udara di atas kedua bandara tersebut ditutup akibat laporan penampakan drone.
Drone menyebabkan gangguan besar di seluruh Eropa dalam beberapa bulan terakhir, memaksa penutupan sementara bandara di beberapa negara. Beberapa pejabat menyalahkan insiden tersebut pada "perang hibrida" yang dilakukan Rusia. Moskow membantah adanya hubungan dengan insiden tersebut.
Dilansir Reuters, Kamis, 6 November, Kepolisian Norwegia mengatakan sudah memeriksa personel bandara dan meninjau video pengawasan sebagai bagian dari penyelidikan, tetapi penyelidikan tersebut "belum dapat mengonfirmasi atau menyangkal apakah drone benar-benar terlihat pada malam 23 September."
BACA JUGA:
Beberapa hari setelah insiden Oslo dan Kopenhagen, lima bandara kecil di Denmark, baik sipil maupun militer, juga ditutup sementara dan drone tak dikenal terlihat di dekat instalasi militer, kata kepolisian Denmark.
Penyelidikan Denmark atas penampakan drone di bandara Kopenhagen juga masih berlangsung, ungkap kepolisian Denmark kepada Reuters pada Kamis.