JAKARTA - Drone terbang di atas sejumlah bandara di Denmark pada hari ini Kamis 25 September. Akibatnya operasional penerbangan di bandara terdampak penutupan selama berjam-jam.
Kepolisian mengungkapkan, drone terlihat di bandara Denmark di Aalborg, Esbjerg, Sonderborg, dan di pangkalan udara Skrydstrup sebelum akhirnya menjauh hilang pada hari ini.
Bandara Aalborg, yang terletak di Denmark utara dan salah satu bandara terbesar di negara itu setelah Kopenhagen, ditutup sebelum dibuka kembali beberapa jam kemudian.
“Tidak mungkin untuk menembak jatuh drone, yang terbang di atas area yang sangat luas selama beberapa jam,” kata kepala inspektur polisi Jutlandia Utara, Jesper Bojgaard Madsen, tentang insiden di Aalborg, dikutip dari AFP, Kamis 25 September.
"Saat ini, kami juga belum menangkap operator drone," tambahnya dalam sebuah pernyataan.
Kepolisian Jutland Selatan mengatakan pihaknya menerima beberapa laporan aktivitas drone di bandara Esbjerg, Sonderborg, dan Skrydstrup sejak Rabu malam.
Imbas drone itu aktivitas Bandara Esbjerg dan Sonderborg tidak ditutup karena tidak ada penerbangan yang dijadwalkan hingga Kamis pagi.
Kepolisian mengatakan drone-drone itu "terbang dengan lampu dan diamati dari darat, tetapi belum dijelaskan jenis dronenya... atau apa motifnya."
BACA JUGA:
Kepolisian Denmark menyebutkan, investigasi telah dilakukan bersama dinas intelijen negaranya dan angkatan bersenjata untuk mengetahui motif kejadian ini.
Insiden serupa terjadi pekan ini di Bandara Kopenhagen menyebabkan penutupan sementara aktivitas penerbangan.
Drone melintas teritori udara juga terjadi di Polandia dan Rumania belum lama ini. Kemudian pelanggaran batas wilayah udara Estonia oleh jet tempur Rusia seiring meningkatnya perang di Ukraina.