Bagikan:

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim tim reaksi cepat ke Nabire, Papua Tengah, pada Jumat siang untuk menangani dampak gempa yang mengguncang wilayah tersebut.

“Siang ini, tim reaksi cepat dari BNPB dipimpin salah satu pejabat eselon II akan berangkat ke Nabire,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat, 19 September. 

Ia menjelaskan tim reaksi cepat itu akan mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nabire melakukan asesmen guna menentukan status bencana.

“Asesmen ini menentukan apakah situasi di Nabire akan ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Kami masih menunggu hasilnya. Apakah statusnya cukup di tingkat kota atau provinsi, kita menunggu asesmen,” ujarnya.

Apabila kondisi semakin parah, Suharyanto mengatakan dirinya akan segera berangkat ke Nabire.

“Kami memastikan kebutuhan dasar pengungsi, kerusakan bangunan, infrastruktur, rumah masyarakat, akan kami tangani maksimal,” kata dia.

Sebelumnya, gempa terjadi pada pukul 01.19 WIB atau 03.19 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tidak berpotensi tsunami.

Gempa berlokasi di koordinat 3,47 LS dan 135,49 BT, sekitar 29 kilometer barat laut Kota Nabire dengan kedalaman 24 kilometer.

Suharyanto mengatakan tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. Kerusakan yang terjadi pun relatif tidak signifikan. “Secara umum, ini kerusakannya tidak signifikan,” ujarnya.

Kerusakan yang terdata meliputi satu jembatan ambles, dua rumah rusak berat, kaca pecah di kantor bupati, plafon gereja rusak, serta beberapa kaca di Bandara Nabire yang pecah.