JAKARTA - Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam serangan pesawat nirawak (drone) Rusia ke wilayah udara Polandia sebagai tindakan ceroboh dan meningkatkan eskalasi. Ottawa dipastikan Carney berkoordinasi erat dengan sekutu NATO-nya.
Carney mengatakan insiden tersebut menunjukkan perlunya meningkatkan tekanan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.
"Kami akan tetap waspada terhadap upaya Rusia untuk memperluas dan memperpanjang konflik dengan Ukraina. Putin sekali lagi menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap jalan perdamaian," ujarnya dilansir Reuters, Rabu, 10 September.
Kanada adalah salah satu pembela Kyiv yang paling vokal di dunia internasional dan telah berkomitmen untuk mengirimkan miliaran dolar dalam bentuk bantuan keuangan dan militer.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand sebelumnya mengatakan serangan tersebut merupakan contoh mengerikan lainnya dari penolakan Putin untuk mengupayakan perdamaian.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Kremlin menolak berkomentar terkait pernyataan Polandia soal pesawat nirawak (drone) Rusia melanggar wilayah udaranya. Urusan drone ditegaskan Kremlin wewenang Kementerian Pertahanan.
Polandia menembak jatuh pesawat nirawak di wilayah udaranya pada hari Rabu dengan dukungan pesawat militer dari sekutu NATO-nya. Ini merupakan pertama kalinya anggota aliansi militer Barat diketahui melepaskan tembakan selama perang Rusia di Ukraina.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan itu adalah provokasi berskala besar dan konflik terbuka terdekat yang pernah kita hadapi sejak Perang Dunia Kedua.
“Dalam kasus ini, kami tidak ingin mengomentarinya dengan cara apa pun. Ini bukan tanggung jawab kami - ini adalah hak prerogatif Kementerian Pertahanan,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dilansir Reuters, Rabu, 10 September.
Peskov mengatakan Kremlin belum menerima permintaan kontak apa pun dari Polandia, tetapi menepis tuduhan Uni Eropa dan NATO bahwa Rusia telah melakukan provokasi.
"Para pemimpin Uni Eropa dan NATO menuduh Rusia melakukan provokasi setiap hari. Sebagian besar waktu, bahkan tanpa berusaha memberikan argumen apa pun," kata Peskov.