Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Hari Minggu, Ia mendukung seruan Ukraina untuk jaminan keamanan yang kuat sebagai bagian dari setiap kesepakatan damai, mengatakan Kanada tidak akan mengesampingkan pengiriman pasukan dalam kerangka tersebut.

Tiga setengah tahun sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin upaya perdamaian dan Ukraina bekerja sama dengan sekutu-sekutu Eropanya untuk merancang kerangka kerja potensial bagi jaminan keamanan pascaperang bagi Kyiv, yang juga telah dinyatakan terbuka oleh Presiden Trump.

PM Carney, yang melakukan kunjungan pertamanya ke Ukraina sejak menjabat pada Bulan Maret, bergabung dengan Presiden Zelensky dalam upacara peringatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina di pusat kota Kyiv, yang juga dihadiri oleh utusan khusus Presiden Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg.

"Kita semua berupaya memastikan bahwa berakhirnya perang ini akan menjamin perdamaian bagi Ukraina, sehingga baik perang maupun ancaman perang tidak tersisa untuk diwariskan kepada anak-anak kita," ujar Presiden Zelensky kepada para pejabat tinggi di Lapangan Sophia, Kyiv, melansir Reuters 25 Agustus.

Presiden Zelensky mengatakan, Ia ingin jaminan keamanan di masa mendatang sebagai bagian dari kesepakatan damai potensial sedekat mungkin dengan Pasal 5 NATO, yang menganggap serangan terhadap satu negara anggota sebagai serangan terhadap semua negara.

PM Carney mendukung seruan Ukraina untuk potensi partisipasi internasional.

"Menurut penilaian Kanada, tidak realistis jika satu-satunya jaminan keamanan hanyalah kekuatan Angkatan Bersenjata Ukraina yang perlu didukung dan diperkuat," ujar PM Carney dalam konferensi pers bersama.

Kedua pemimpin juga menandatangani perjanjian tentang produksi bersama drone. PM Carney mengatakan Ukraina akan menerima lebih dari 1 miliar dolar Kanada bantuan militer dari paket yang diumumkan sebelumnya bulan depan.

Dalam konferensi pers bersama PM Carney, Presiden Zelensky ditanya tentang berita di Wall Street Journal yang menyebutkan Pentagon selama berbulan-bulan diam-diam memblokir penggunaan rudal ATACMS yang dipasok AS oleh Ukraina untuk menyerang target di Rusia.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan, meskipun tidak pernah ada penangguhan resmi dalam serangan jarak jauh, Pentagon telah membuat proses peninjauan yang sejauh ini belum mengizinkan serangan dengan ATACMS jauh di dalam wilayah Rusia.

Menanggapi hal ini, Presiden Zelensky mengatakan Kyiv akhir-akhir ini telah menggunakan senjata jarak jauh produksi dalam negerinya sendiri untuk menyerang target di dalam wilayah Rusia, yang belum mendapatkan izin dari Washington.

"Akhir-akhir ini kami tidak membahas masalah ini dengan Amerika Serikat," ujarnya.