Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengharapkan kejelasan pada pertemuan puncak sekutu Ukraina pada Kamis atau segera setelahnya mengenai jaminan keamanan yang dapat ditawarkan Eropa kepada Kyiv setelah perang Rusia di Ukraina berakhir.

"Saya berharap besok, atau segera setelahnya, akan ada kejelasan tentang apa yang dapat kita berikan secara kolektif," ujar Rutte dalam konferensi pers bersama Presiden Estonia Alar Karis di markas NATO di Brussels dilansir Reuters, Rabu, 3 September.

"Itu berarti kita dapat terlibat lebih intens lagi, juga dengan pihak Amerika, untuk melihat apa yang ingin mereka berikan terkait partisipasi mereka dalam jaminan keamanan,” sambungnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan menjadi tuan rumah bersama pertemuan virtual para pemimpin koalisi yang sebagian besar terdiri dari sekutu Eropa yang telah mengupayakan jaminan keamanan untuk Ukraina pada Kamis, 4 September.

Jaminan tersebut dimaksudkan untuk mencegah Rusia menyerang Ukraina lagi setelah perang berakhir, baik melalui gencatan senjata maupun kesepakatan damai permanen.

Para pejabat Barat mengatakan elemen terpenting dari jaminan tersebut adalah dukungan kuat yang berkelanjutan bagi angkatan bersenjata Ukraina.

Tetapi langkah-langkah tersebut juga diperkirakan akan mencakup pasukan internasional untuk menenangkan Kyiv.

Para pemimpin Eropa telah menegaskan kekuatan semacam itu hanya akan memungkinkan dengan dukungan AS.

Presiden AS Donald Trump telah menjanjikan hal ini bulan lalu, tetapi Washington belum menjelaskan kontribusi apa yang bersedia mereka berikan.

Dalam konferensi pers tersebut, Rutte berupaya meyakinkan anggota NATO Eropa Timur, sumber daya apa pun yang dialokasikan untuk jaminan keamanan bagi Ukraina tidak akan melemahkan pertahanan aliansi militer Barat tersebut terhadap Rusia di sisi timurnya.

"Kita harus mencegah penyebaran sumber daya kita terlalu tipis, dan ini berarti kita harus selalu mempertimbangkan dampaknya terhadap rencana (pertahanan) NATO," ujarnya.