Bagikan:

JAKARTA - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia dengan sejumlah luka pada tubuhnya. Kematian Rheza diduga terkait kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian saat aksi di depan Polda DIY, Minggu, 31 Agustus. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengambil langkah penyelidikan.

“Pak Kapolda DIY sudah melakukan kegiatan tindakan penyelidikan,” kata Trunoyudo kepada wartawan, Senin, 1 September. 

Kapolda DIY Irjen disebut telah menemui keluarga Rheza untuk menyampaikan perkembangan kasus serta langkah-langkah lanjutan.

“Memberikan perkembangan apa langkah-langkah yang akan dilakukan, tentu itu nanti akan disampaikan lebih lanjut,” ujar Trunoyudo.

Ayah Rheza, Yoyon Surono, mengungkap kondisi mengenaskan jenazah putranya. Luka-luka tampak jelas saat ia ikut memandikan jasad Rheza.

“Tadi ikut mandiin, sini (leher) kayak patah apa gimana, terus sini (perut kanan) itu bekas pijakan kaki, terus sini (tubuh) ada sayatan-sayatan kayak bekas digebuk, terus kepala sini agak bocor, sini (wajah) kayak putih-putih kena gas air mata, sama kaki tangan lecet, punggung lecet,” ujar Yoyon.

Namun, keluarga menolak autopsi meski permintaan resmi sudah diajukan kepolisian.

“Dari kepolisian minta autopsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, cuma kita dari keluarga sudah pasrah, apa pun yang terjadi ini musibah gitu aja. Jadi kita enggak mau autopsi,” kata Yoyon.