Bagikan:

JAKARTA - Rusia mengatakan upaya untuk menyelesaikan masalah keamanan terkait Ukraina tanpa partisipasi Moskow adalah "jalan buntu”.

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menyampaikan pernyatan tersebut dua hari setelah Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa untuk membahas jaminan keamanan bagi Ukraina yang dapat membantu mengakhiri perang.

"Kita tidak bisa sepakat dengan fakta bahwa sekarang diusulkan untuk menyelesaikan masalah keamanan, keamanan kolektif, tanpa Federasi Rusia. Ini tidak akan berhasil," kata Lavrov dilansir Reuters, Rabu, 20 Agustus.

“Saya yakin bahwa di Barat, terutama di Amerika Serikat, mereka sangat memahami bahwa membahas isu keamanan secara serius tanpa melibatkan Federasi Rusia adalah utopia, jalan buntu,” tegas Lavrov.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berharap Presiden Rusia Vladimir Putin akan terus maju dalam mengakhiri perang di Ukraina.

Tapi Trump mengakui pemimpin Kremlin tersebut mungkin tidak ingin mencapai kesepakatan sama sekali yang justru akan menciptakan "situasi yang sulit" bagi Putin.

Dalam wawancara dalam program "Fox & Friends" di Fox News, Trump memperkirakan arah tindakan Putin akan menjadi jelas dalam beberapa minggu mendatang.

Trump juga kembali mengesampingkan kemungkinan pasukan Amerika di Ukraina dan tidak memberikan rincian spesifik tentang jaminan keamanan yang sebelumnya ia katakan dapat ditawarkan Washington kepada Kyiv dalam penyelesaian pascaperang apa pun.

"Sejujurnya, saya rasa itu tidak akan menjadi masalah (mencapai kesepakatan damai). Saya pikir Putin sudah bosan. Saya pikir mereka semua sudah bosan, tapi kita tidak pernah tahu," kata Trump dilansir Reuters, Selasa, 19 Agusts.

"Kita akan tahu tentang Presiden Putin dalam beberapa minggu ke depan. Ada kemungkinan dia tidak ingin mencapai kesepakatan," kata Trump, yang sebelumnya mengancam akan memberikan sanksi lebih berat kepada Rusia dan negara-negara pembeli minyaknya jika Putin tidak berdamai.

Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa optimistis dengan janji Trump tentang jaminan keamanan untuk membantu mengakhiri perang dalam pertemuan puncak luar biasa pada Senin, tetapi masih menghadapi banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk seberapa besar kesediaan Rusia untuk bekerja sama.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memuji perundingan  di Gedung Putih dengan presiden AS sebagai "langkah maju yang besar" untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun termasuk untuk mempersiapkan pertemuan trilateral dengan Putin dan Trump dalam beberapa minggu mendatang.

Zelenskyyy didampingi oleh para pemimpin sekutu, termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris, di pertemuan puncak tersebut.

Namun di balik semua yang terlihat, jalan menuju perdamaian masih sangat tidak pasti dan Zelenskyy mungkin terpaksa membuat kompromi yang menyakitkan untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022.

Para analis mengatakan lebih dari 1 juta orang telah tewas atau terluka dalam konflik tersebut. Meskipun perundingan di Washington memberikan sedikit rasa lega di Kyiv, pertempuran tidak mereda.