Bagikan:

JAKARTA - Seorang penjaga keamanan atau satpam Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Oslo, Norwegia dituding jadi mata-mata Rusia dan Iran. Terduga pelaku diadili dalam sidang yang mulai digelar pada Rabu 20 Agustus.

Berdasarkan laporan media NRK yang dikutip dari AFP, pria berusia hampir 30 tahun tersebut dituduh memberikan informasi tentang kegiatan Kedubes AS antara Maret hingga 20 November 2024.

Sebagai imbalannya berbagi informasi dengan intelejen Rusia dan Iran, pria tersebut dibayar menggunakan mata uang euro dan bitcoin.

Dalam berkas sidang, pria itu didakwa memberikan detail kontak diplomat, staf kedutaan, dan keluarga mereka kepada pihak Rusia atau Iran.

Ia juga dituduh memberikan informasi nomor plat kendaraan diplomatik yang digunakan oleh Kedubes AS di Norwegia.

Dakwaan juga menuduh pria tersebut menyerahkan denah kedutaan, rutinitas keamanan, dan daftar kurir yang digunakan oleh dinas intelijen Norwegia.

Sidang terkait kasus ini dijadwalkan akan berlangsung selama delapan hari.