Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 66 anak warga negara Venezuela ditahan secara ilegal di Amerika Serikat (AS) setelah dipisahkan dari orang tua selama kebijakan keras Presiden Donald Trump terkait Imigrasi. 

Venezuela menuntut agar anak-anak tersebut diserahkan kepada otoritas negaranya agar bisa segera dipulangkan.

“Kami memiliki 66 anak yang diculik di Amerika Serikat. Jumlahnya terus bertambah setiap hari... sebuah kebijakan yang kejam dan tidak manusiawi,” kata Presiden program Return to the Homeland milik Pemerintah Venezuela yang mengadvokasi pemulangan sukarela migran negaranya, Camila Fabri, dikutip dari AFP.

Hal ini disampaikan dalam acara bertemakan perempuan diselingi pembacaan surat yang meminta agar Ibu Negara AS Melania Trump menjadi perantara bagi anak-anak diculik AS itu agar segera dikembalikan ke Venezuela. Para peserta acara juga menganggap anak-anak tersebut ditempatkan di panti asuhan.

Lebih dari 7,7 juta warga Venezuela telah meninggalkan negara itu sejak 2014. Menurut UNHCR, Badan Pengungsi PBB, angka itu seperti eksodus penduduk terbesar dalam sejarah Amerika Latin.

UNHCR menilai eksodus itu berdasarkan beberapa hal yang terjadi di Venezuela, yakni "kekerasan yang merajalela, inflasi, perang antar geng, melonjaknya angka kejahatan, serta kekurangan makanan, obat-obatan, dan layanan penting."