Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan Jenewa sebagai lokasi potensial untuk pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam wawancara dengan TF1, pemimpin Prancis tersebut menolak gagasan Paris menjadi tuan rumah pertemuan semacam itu, "seperti pada tahun 2019."

Situasi saat ini "berada pada tahap yang berbeda," dan "negara netral" harus dipilih, ujar Presiden Macron menanggapi pertanyaan seorang reporter televisi.

"Kemungkinan Swiss, saya lebih suka Jenewa. Atau bisa juga negara lain. Terakhir kali, pertemuan bilateral diadakan di Turki, di Istanbul," ujarnya, dikutip dari TASS.

Presiden Putin dan Presiden Zelensky menggelar pertemuan pertamanya untuk membahas krisis Krimea dan Donbas yang berlangsung sejak 2014 di Paris pada Desember 2019, di mana hadir Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Kanselir Jerman (ketika itu) Angela Merkel, dikutip dari Sky News.

Jika pertemuan langsung Presiden Putin dan Presiden Zelensky tahun ini terselenggara, itu akan jadi yang pertama sejak pertemuan di Paris.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan dengan Presiden Zelensky dan sejumlah pemimpin sekutu Eropa, Presiden Komisi Uni Eropa dan Sekjen NATO di Gedung Putih, Washington DC pada Hari Senin.

Selain untuk memastikan jaminan keamanan Ukraina, pertemuan juga membahas kemungkinan penyelenggaraan KTT Rusia-Ukraina yang dapat dilanjutkan dengan perundingan trilateral dengan Amerika Serikat dan pertemuan multilateral yang lebih luas.

Dalam konferensi pers Senin malam Presiden Macron mengatakan Turki dan negara-negara Eropa lainnya, "yang keamanannya bergantung pada hasil konflik," harus ikut serta dalam perundingan ini.

Pertemuan kemarin diawali dengan pertemuan Presiden Zelensky dan Presiden Trump selama satu jam, sebelum kemudian keduanya menggelar pertemuan dengan para pemimpin Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Inggris Keir Starmer, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Sekjen NATO Mark Rutte.

Di sela pertemuan, Presiden Trump menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memberikan penjelasan singkat mengenai perundingan tersebut. Percakapan mereka berlangsung sekitar 40 menit, ungkap Ajudan Kremlin Yuri Ushakov.