Bagikan:

JAKARTA - Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi menyambut lebih dari 6.500 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara dalam UPH Festival 2025 yang berlangsung pada 14–16 Agustus 2025 di kampus Lippo Village, Tangerang. Kehadiran sekitar 70 mahasiswa internasional dari Tiongkok, Jepang, Kenya, Nigeria, hingga Korea Selatan menambah kekayaan keberagaman komunitas akademik UPH, menjadikan festival ini bukan sekadar orientasi, melainkan awal perjalanan ilmu, iman, dan karakter.

Festival dibuka dengan Convocation Ceremony yang dipimpin Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan di UPH bukan hanya proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga transformasi diri.

“Pendidikan di UPH bukan sekadar memperoleh informasi, tetapi tentang transformasi—menemukan siapa diri Anda, mengapa Anda ada, dan bagaimana Anda dapat memberi dampak bagi dunia,” ujarnya, melalui keterangan resmi, Sabtu, 16 Agustus.

Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Dr. (H.C.) James Riady, juga memberikan pesan mendalam. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menumbuhkan kebiasaan baik sejak awal, termasuk menjaga iman, karakter, dan kontribusi nyata dalam komunitas kampus.

“Bangunlah kebiasaan yang akan membentuk masa depanmu. Jadilah pribadi yang aktif, melayani, memimpin, berdoa, dan terus bertumbuh. Jika engkau tersandung, ingatlah bahwa Tuhan sanggup memelihara dan menuntun hidupmu,” pesannya.

Salah satu agenda penting adalah Seminar Distinguished Guest Speaker (DGS) yang tahun ini mengangkat tema “Principled Technology: Stewarding Intelligence with Integrity.

” Sesi ini membahas peran teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), di bidang teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Rizaldi Sistiabudi, Ph.D., Dekan Fakultas Artificial Intelligence UPH, menegaskan bahwa secanggih apa pun AI, integritas tetap menjadi kunci. “AI dapat membantu banyak hal, tapi manusialah yang tetap menjaga arah dan tujuan,” katanya.

Pada sesi pendidikan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, mengajak mahasiswa untuk menjadikan masa kuliah sebagai momentum mencetak karya besar. “Nikmati waktu kalian di universitas, kejarlah mimpi, dan jangan pernah menyerah. Saya yakin, 10 sampai 15 tahun mendatang, kita akan melihat karya-karya besar dari anak muda Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti peluang AI dalam mempercepat layanan kesehatan.

“AI harus dilihat sebagai alat bantu—embrace AI. Jangan menjadikannya kompetitor, tetapi gunakan untuk memperluas jangkauan pelayanan, misalnya meningkatkan diagnosis demi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Senada, Dr. Stephanie Riady, President UPH, menambahkan bahwa sejak hari pertama perkuliahan mahasiswa dibekali perspektif untuk mengembangkan diri.

“Saya mendorong semua mahasiswa untuk memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya serta menggunakan seluruh sumber daya yang ada untuk mengembangkan diri dan berpikir kritis,” katanya.

Festival ditutup dengan berbagai kegiatan inspiratif, mulai dari Founder’s 5K Run, Parents Gathering, Alumni Homecoming, hingga Closing Celebration yang dimeriahkan konser musik dan pertunjukan formasi drone spektakuler pertama di Indonesia untuk penyambutan mahasiswa baru. Dengan tema “For I Know to Whom I Have Believed” (2 Tim. 1:12), UPH menegaskan komitmennya membentuk generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan berdampak bagi bangsa serta dunia.