Bagikan:

JAKARTA - Campus ambassador bukanlah ajang pencarian popularitas, melainkan tempat di mana talenta, karakter, dan integritas bertemu. Prosesnya pun jauh dari kata instan. Mereka yang terpilih harus melalui tahap seleksi yang ketat, mulai dari wawancara mendalam, pelatihan intensif, hingga pengembangan diri dalam berbagai aspek seperti kepemimpinan, komunikasi, dan pelayanan sosial.

Salah satu universitas yang menyelenggarakannya adalah Universitas Pelita Harapan (UPH). Program ini jauh melampaui sekadar seleksi bergengsi. Di balik panggung, terdapat proses panjang yang menyiapkan para finalis untuk menjadi pribadi representatif, membawa nilai-nilai iman, pengetahuan, dan karakter ke ranah publik. Sebuah misi yang menjadikan gelar Ambassador bukan sekadar simbol, melainkan amanah.

Tahun ini, sepuluh finalis UPH tampil memukau mewakili lima fakultas berbeda. Mereka telah melewati serangkaian pelatihan mulai dari public speaking, kepemimpinan, etika, hingga pemahaman nilai budaya dan institusi. Semuanya berpuncak pada malam Grand Final yang menjadi ruang reflektif, sekaligus ajang untuk kematangan diri.

Ajang ini dinilai oleh tiga sosok inspiratif, yakni Dr. Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., selaku Associate Vice President of Student Development, Sarah Sentoso sebagai Puteri Indonesia DKI Jakarta 3 tahun 2025, serta Aure Sangari, Director of Marketing UPH. Ketiganya hadir bukan hanya sebagai juri, tetapi juga sebagai penilai karakter dan potensi kepemimpinan para finalis.

Kelly Alessandra Sugianto, mahasiswi Manajemen angkatan 2024, berhasil sebagai pemenang utama. Disusul oleh Sharen Aurelia Gunawan (Hubungan Internasional, 2024) sebagai juara kedua, dan Joan Angelina Jingga (Ilmu Komunikasi, 2024) di posisi ketiga. Ketiganya, bersama tujuh finalis lain akan mengemban peran sebagai duta kampus selama satu tahun ke depan.

"Kami bersyukur sepuluh tahun sudah program ini berjalan. Ini bukan hanya ajang mencari yang terbaik dari yang terbaik. Semua finalis adalah perwakilan. Biarlah kalian menjadi terang dan berkat, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas," kata Dr. Eric Jobiliong, Vice President of Academics, Research, and Innovation UPH, dari keterangan resmi UPH.

Kireina Hikkari, perwakilan duta tahun lalu sekaligus ketua panitia, juga menyampaikan pesan penuh semangat.

"Perjalanan kalian baru saja dimulai. Gunakan wadah ini bukan untuk bersinar sendiri, tapi untuk menjadi berkat bagi banyak orang," katanya.

Kelly dalam masa pengabdiannya sebagai Ambassador, telah merancang sebuah proyek bertajuk Ignite. Proyek ini lahir dari keprihatinannya akan dunia digital yang begitu cepat namun seringkali dangkal. Ia ingin menciptakan ruang di mana mahasiswa bisa berpikir kritis, berkarya lewat seni dan teknologi, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kebaikan.

"Ignite akan menjadi wadah ide, tempat mahasiswa bisa bereksplorasi lewat konten, seni, dan komunitas. Saya berharap melalui proyek ini, saya dan teman-teman finalis lainnya bisa mendorong perubahan, bukan hanya lebih produktif, tapi juga lebih sadar akan panggilan hidup masing-masing," ujar Kelly penuh semangat.

Ia juga memperkenalkan pendekatan More, Better, Different, Let Go (MBDL) sebagai filosofi untuk mendorong mahasiswa berani mencoba hal baru, berpikir di luar pola lama, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sarah Sentoso, salah satu juri malam itu, memuji performa Kelly. "Ia tahu persis apa yang ingin disampaikan dan berhasil menyampaikannya dengan tulus, jelas, dan menggugah. Ketiga pemenang tahun ini bukan hanya siap mewakili kampus secara representatif, tetapi juga punya potensi besar menjadi penggerak," katanya.

Senada dengan itu, Dr. Andry Panjaitan menambahkan bahwa seorang duta bukan hanya wajah dari lembaga, tetapi juga perwujudan karakter dan integritas.

"Mereka tidak hanya mewakili secara simbolik, tetapi mencerminkan mahasiswa yang sesungguhnya, berpengetahuan, berintegritas, dan siap berdampak," ujarnya.

Selain tiga besar, malam final juga memberikan penghargaan khusus:

- Best Speech diraih oleh Jessica Karen Christabella Silaen (Pendidikan IPS, 2023)

- Best Content diberikan kepada Joan Angelina Jingga (Ilmu Komunikasi, 2024)

- Most Favorite dimenangkan oleh Christopher Clarence Tjiptawidjaja (Hubungan Internasional, 2024)

Acara turut dimeriahkan oleh kehadiran keluarga finalis, mitra perusahaan nasional, serta sejumlah perwakilan dari sekolah dan universitas ternama. Hadir pula beberapa tokoh publik, termasuk Putri Indonesia Gorontalo 2024 yang memberikan dukungan secara langsung.