JAKARTA - Presiden AS Donald Trump berniat membantu "menyelamatkan" taipan media Hong Kong yang ditahan, Jimmy Lai. Tindakan Trump ini bisa membuat tidak senang Presiden China Xi Jinping.
"Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk menyelamatkannya," kata Trump kepada acara "The Brian Kilmeade Show" di Fox News Radio dilansir Reuters, Jumat, 15 Agustus.
"Kita lihat saja apa yang bisa kita lakukan. Kita akan melakukan semua yang kita bisa,” sambungnya.
Lai, 77 tahun, telah mengaku tidak bersalah atas dakwaan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong, yaitu konspirasi untuk berkolusi dengan kekuatan asing, serta dakwaan terpisah, yaitu konspirasi untuk menerbitkan materi yang menghasut.
Dia sudah ditahan di sel isolasi selama lebih dari 1.500 hari sejak Desember 2020.
Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, mengatakan Lai menjadi pengatur dan peserta kunci dalam kegiatan anti-Tiongkok yang mendestabilisasi Hong Kong.
"Kami sangat menentang kekuatan eksternal yang menggunakan kasus peradilan sebagai dalih untuk mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok atau untuk mencemarkan nama baik dan melemahkan supremasi hukum Hong Kong," ujarnya.
BACA JUGA:
Trump mengatakan ia akan mengangkat kasus Lai sebagai bagian dari negosiasi dengan China mengenai perdagangan dan tarif.
Pada Senin, AS dan China memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari lagi, mencegah pengenaan bea masuk tiga digit atas barang masing-masing.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan para pejabat perdagangan dari kedua belah pihak akan bertemu kembali dalam dua atau tiga bulan ke depan untuk membahas masa depan hubungan ekonomi.