Bagikan:

JAKARTA - Operasi gabungan antara badan intelijen dalam negeri FSB (Federal Security Service) dan militer Rusia telah secara signifikan mengganggu produksi sistem rudal jarak jauh Sapsan Ukraina, lapor seorang perwira FSB.

"Tindakan terkoordinasi oleh badan-badan keamanan Rusia, antara lain, telah memungkinkan pemblokiran implementasi program Sapsan Kyiv untuk jangka panjang," ujarnya, melansir TASS 14 Agustus.

FSB melaporkan Dinas Keamanan Federal, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Rusia, telah melaksanakan operasi khusus gabungan yang mengakibatkan penghancuran fasilitas industri pertahanan Ukraina yang terlibat dalam pembuatan sistem rudal operasional-taktis.

Kendati demikian, tidak disebutkan jelas kapan dan di mana operasi tersebut digelar.

Dokumen FSB hanya menyebutkan, operasi gabungan tersebut mengenai empat perusahaan yang memproduksi sistem rudal jarak jauh Sapsan di Ukraina

Dua perusahaan berlokasi di kota Pavlograd di Wilayah Dnepropetrovsk dan dua lagi di kota Shostka di Wilayah Sumy.

Ditambahkan, tindakan terkoordinasi oleh badan-badan keamanan tersebut mencegah penghancuran target jauh di dalam wilayah Rusia dan menghilangkan basis teknis untuk produksi rudal balistik jarak jauh Ukraina.