Bagikan:

JAKARTA - Keinginan Pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengirim rudal jarak jauh Tomahawk ke Ukraina mungkin tidak realistis karena persediaan saat ini dialokasikan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan keperluan lainnya, kata seorang pejabat dan tiga sumber.

Wakil Presiden JD Vance mengatakan pada Hari Minggu lalu, Washington sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk mendapatkan rudal jarak jauh Tomahawk yang dapat menimbulkan kekacauan di Rusia, termasuk Moskow.

Namun, seorang pejabat AS dan sumber yang mengetahui pelatihan dan pasokan rudal Tomahawk mempertanyakan kelayakan penyediaan rudal jelajah tersebut, yang memiliki jangkauan 2.500 kilometer (1.550 mil).

Pejabat tersebut menekankan, tidak ada ada kekurangan senjata andalan tersebut, yang sering digunakan oleh militer untuk misi serangan darat, dan menyarankan opsi jarak pendek lainnya dapat dipasok ke Kyiv.

Pejabat tersebut mengatakan, AS mungkin akan mempertimbangkan untuk mengizinkan sekutu Eropa membeli senjata jarak jauh lainnya dan memasoknya ke Ukraina, tetapi Tomahawk sepertinya tidak akan terjadi, melansir Reuters 3 Oktober.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden AS Donald Trump telah mengubah cara bicaranya tentang perang di Ukraina, mengisyaratkan Kyiv dapat merebut kembali semua tanah yang telah direbut Rusia.

Keputusan AS untuk membantu Ukraina menargetkan infrastruktur energi Rusia tampaknya menjadi salah satu hasil nyata dari sikap baru tersebut.

Pada Hari Rabu, Reuters melaporkan Negeri Paman Sam akan memberikan informasi intelijen kepada Ukraina tentang target infrastruktur energi jarak jauh di Rusia.

Memasok rudal Tomahawk ke Ukraina dapat secara signifikan memperluas kemampuan serangannya, memungkinkannya untuk mencapai target jauh di dalam wilayah Rusia, termasuk pangkalan militer, pusat logistik, lapangan terbang hingga pusat komando yang saat ini berada di luar jangkauan.

Menurut dokumen anggaran Pentagon, Angkatan Laut AS, pengguna utama Tomahawk, sejauh ini telah membeli 8.959 rudal dengan harga rata-rata 1,3 juta dolar AS per rudal.

Rudal Tomahawk telah diproduksi sejak pertengahan 1980-an. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi berkisar antara 55 hingga 90 rudal per tahun. Menurut data anggaran Pentagon, AS berencana membeli 57 rudal pada tahun 2026.

Pada Hari Senin Rusia mengatakan, militernya sedang menganalisis apakah Amerika Serikat akan memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina untuk serangan jauh ke wilayahnya.

Kemarin, Kremlin mengatakan jika Washington memasok rudal Tomahawk ke Ukraina, hal itu akan memicu babak baru eskalasi berbahaya antara Rusia dan Barat.