Bagikan:

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Hari Kamis, menyatakan optimisme yang hati-hati terhadap proposal gencatan senjata 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Jalur Gaza, menyebutnya "cahaya di ujung terowongan" dan menyiratkan Rusia mungkin mendukungnya dengan syarat-syarat tertentu.

Menyoroti situasi di wilayah Kantong Palestina tersebut, Presiden Putin mengatakan ini "sungguh peristiwa yang mengerikan dalam sejarah modern umat manusia," mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa Gaza telah menjadi salah satu "kuburan anak-anak" terbesar di dunia.

"Kita sekarang semakin akrab dengan inisiatif Presiden Trump, dan menurut saya mungkin ada secercah cahaya di ujung terowongan," ujarnya di Klub Diskusi Valdai, dilansir dari Anadolu 3 Oktober.

Ia mengatakan, diplomasi unilateral tradisional Barat, yang "mengabaikan sejarah, tradisi, identitas dan budaya masyarakat yang tinggal di sana," tidak akan membawa perdamaian ke kawasan tersebut.

Presiden Putin menggarisbawahi, Rusia secara historis mendukung solusi dua negara, yang dimulai sejak resolusi PBB pada tahun 1948 dan 1974, mengatakan rencana Presiden Trump jika mengarah pada tujuan akhir tersebut, layak didukung.

Presiden Putin mengatakan belum mempelajari proposal tersebut secara detail, tetapi mencatat proposal tersebut membayangkan pembentukan badan pemerintahan internasional di Gaza, yang kemungkinan dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, tokoh yang digambarkan Presiden Putin berpengalaman dan mampu memainkan "peran positif".

Kendati demikian,Ia mempertanyakan durasi pemerintahan internasional, bagaimana kekuasaan akan beralih ke otoritas lokal dan bagaimana keamanan akan dikelola.

"Menurut pendapat saya, semuanya harus diserahkan kepada Presiden Abbas dan pemerintahan Palestina saat ini," ujar Pemimpin Kremlin, seraya menambahkan komponen keamanan, yang kemungkinan melibatkan milisi lokal untuk menjaga ketertiban, mungkin menjadi bagian dari pengaturan transisi.

Selain itu, Presiden Putin juga menyuarakan dukungannya terhadap klausul-klausul dalam rencana Trump yang menyerukan pembebasan semua sandera yang ditahan di Gaza dan pembebasan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Ia menekankan pentingnya mengklarifikasi berapa banyak yang bisa dibebaskan dan kapan waktunya. Presiden Putin juga menekankan pandangan Palestina, negara-negara di kawasan dan Hamas harus dipertimbangkan dalam setiap kesepakatan.

Ditambahkannya, posisi Israel terkait rencana tersebut masih belum jelas dan akan sangat penting dalam menentukan keberhasilannya.

Diketahui, proposal 20 poin Presiden Trump yang diumumkan Gedung Putih awal pekan ini mencakup pembebasan semua sandera Israel, pembubaran Hamas, penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan pengalihan kendali wilayah kantong tersebut kepada pemerintahan sementara yang dipimpin oleh para teknokrat Palestina dan pakar internasional.