Bagikan:

YOGYAKARTA - Kim Keon-hee, istri mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, kembali menjadi sorotan setelah jaksa khusus negara tersebut mengajukan surat perintah penangkapan terhadapnya. Kim diduga terlibat dalam kasus manipulasi saham dan penyuapan.

Dakwaan tersebut mencakup pelangggaran terhadap Undang-Undang Pasar Modal dan Undang-Undang tentang Hukuman Berat atas Kejahatan Ekonomi Tertentu.

Jika dikabulkan, ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah konstitusi Korea Selatan di mana seorang mantan presiden dan ibu negara ditangkap secara bersamaan. Suaminya, Yoon Suk-yeol, telah ditahan sejak Januari lalu akibat deklarasi darurat militer yang memicu pemakzulan dirinya pada bulan April.

Kontroversi Kim bukan hal baru. Dia diduga terlibat dalam skandal suap, menerima hadiah mewah saat suaminya menjabat presiden, hingga memanipulasi saham.

Berbagai skandal ini memperkuat spekulasi bahwa pengaruhnya turut andil dalam krisis politik yang berujung pada pemakzulan Yoon. Yoon sendiri sebelumnya memveto tiga RUU investigasi khusus yang mencoba menyelidiki tuduhan-tuduhan ini. Lantas siapakah Kim Keon-hee, ibu negara Korea Selatan dengan banyak kontroversi ini?

Siapakah Kim Keon-hee?

Dilansir dari AlJazeera, Kim Keon-hee lahir pada bulan September 1972 di Provinsi Gyeonggi dengan nama kecil Kim Myeong-sin. Dia kemudian mengganti namanya menjadi Kim Keon-hee pada 2008.

Kim Keon-hee lulus dari Universitas Kyonggi dengan gelar seni. Dia kemudian mendirikan perusahaan pameran seninya sendiri bernama Covana Contents pada tahun 2009 sebelum menikah dengan Yoon pada 2012.

Menurut laporan media lokal, pasangan ini tidak memiliki anak, namun memelihara sekitar enam anjing dan lima kucing.

Kim adalah seorang aktivis hak-hak hewan dan telah berjanji untuk mengakhiri konsumsi daging anjing di negaranya sebelum masa jabatan suaminya sebagai presiden berakhir.

Selain itu, Kim Keon-hee menarik perhatian para penggemar mode di seluruh dunia karena pilihan busananya di berbagai pertemuan tingkat tinggi nasional dan internasional.

Pada KTT NATO di Spanyol tahun 2022, surat kabar Korea Selatan menyebutnya sebagai "fashionista" karena pilihan busananya, yang meliputi gaun koktail putih dan setelan bermotif hitam-putih yang dia padukan dengan ikat pinggang hitam.

Berbagai Skandal Kim Keon-hee

Lebih dari sekadar busana glamornya, bisnis seninya, dan perjuangannya di bidang hak-hak hewan, berbagai skandal telah melambungkan Kim menjadi pusat perhatian. Berikut beberapa sorotannya.

  1. Membuat Klaim Palsu di CV

Pada 2021, setahun sebelum Yoon menjadi presiden, Kim dituduh memalsukan kredensial akademisnya saat melamar pekerjaan mengajar di masa lalu.

Menurut laporan di Korea JoongAng Daily, Kim mengaku pernah menjabat sebagai direktur Asosiasi Industri Game Korea (K-Games) sejak tahun 2002 saat melamar ke Universitas Suwon pada 2007. Namun, faktanya organisasi tersebut baru didirikan pada tahun 2004 dan Kim tidak tercatat pernah bekerja di sana.

Tak hanya itu, Kim juga mengklaim pernah menempuh studi di Universitas New York pada 2006. Sayangnya, program yang dia sebutkan saat itu ternyata hanya diperuntukkan bagi mahasiswa MBA aktif, dan Kim tidak terdaftar sebagai mahasiswa di institusi tersebut.

Pada 2013, dalam CV yang dikirimkan ke Universitas Anyang, dia mengaku sebagai penerima penghargaan dari Festival Kartun & Animasi Internasional Seoul 2004.

Namun, pada upacara penghargaan yang disponsori oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata negara tersebut, tidak ada catatan bahwa Kim Keon-hee pernah memenangkan penghargaan.

"Saya melakukan kesalahan saat mencoba menyeimbangkan karier dan studi saya," ujar Kim dalam konferensi pers lokal pada tahun 2021 ketika tuduhan tersebut terungkap.

Dia menambahkan bahwa kesalahannya telah menempatkan pencalonan presiden dari Partai Kekuatan Rakyat yang dipimpin suaminya "dalam posisi yang sulit".

  1. Memanipulasi Harga Saham

Sesaat sebelum Yoon menjabat sebagai presiden negara itu pada Mei 2022, Partai Demokrat yang beroposisi menuduh Kim dan ibunya memanipulasi harga saham dealer mobil Deutsch Motors, dan menghasilkan 2,3 miliar won ($1,68 juta).

Namun, Ibu Negara dibebaskan dari tuduhan tersebut pada bulan Oktober 2024, ketika divisi antikorupsi Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul menemukan bahwa meskipun rekening perdagangan sahamnya telah digunakan dalam insiden tersebut, Kim sendiri tidak menyadari manipulasi tersebut.

  1. Melanggar Undang-Undang Antikorupsi

Nama Kim kembali mencuat dalam skandal besar pada akhir 2022 setelah beredar video yang menunjukkan dirinya menerima sebuah tas tangan mewah merek Christian Dior senilai USD 2.200.

Rekaman itu diambil secara diam-diam di kantor perusahaan Kim di Seoul oleh seorang pendeta Korea-Amerika, yang menyamar sebagai orang yang ingin membeli pengaruh politik melalui Kim.

Pendeta tersebut kemudian mengungkap bahwa aksi itu adalah bagian dari operasi penyamaran untuk membuktikan adanya dugaan korupsi di lingkaran dalam kekuasaan Presiden. Pihak oposisi menilai tindakan Kim sebagai pelanggaran terhadap undang-undang antikorupsi Korea Selatan.

Pada bulan Oktober 2024, jaksa penuntut Korea Selatan mengatakan mereka tidak akan mengajukan tuntutan berdasarkan undang-undang antikorupsi terhadap Kim.

  1. Memanipulasi Suaminya dan Pernyataan Tidak Pantas

Menambah kontroversi, sebuah film dokumenter berjudul First Lady ditayangkan perdana di Seoul pada Desember 2024 dan memuat rekaman percakapan telepon antara Kim dan jurnalis investigasi Lee Myung-soo dari Voice of Seoul, yang mengungkap klaim pengaruh ibu negara atas suaminya.

Dalam salah satu percakapan dengan jurnalis tersebut, Kim diduga mengatakan, "Saya rasa Yoon Suk-yeol bukanlah presiden yang sebenarnya. Si bodoh itu hanyalah boneka."

Selain itu, Kim menanyakan ke jurnalis kenapa dia sangat menyukai perempuan dan mengatakan bisa membaca garis tangan untuk meramal kehidupan asmara seseorang. Kim mengatakan sang jurnalis memiliki "kekuatan seksual yang kuat" dan populer di kalangan perempuan.