JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang ia serahkan kepada KPK pada 10 April 2025.
Di mana, Pramono melaporkan memiliki harta senilai Rp114 miliar, naik Rp10 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp104 miliar.
Pramono menerangkan kekayaan yang ia laporkan ke KPK ini merupakan bentuk transparansi. Hal ini memungkinkan masyarakat ikut mengawasi integritasnya sebagai pejabat publik.
"LHKPN bukan sekadar formalitas administratif, tetapi salah satu instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik," kata Pramono dalam keterangannya, Selasa, 29 Juli.
Pramono menjelaskan nilai kekayaan yang ia sampaikan berdasarkan kondisi pada tahun 2024. Saat itu, Pramono belum menjabat sebagai Gubernur DKI dan masih mengemban jabatan Sekretaris Kabinet (Seskab).
Kenaikan kekayaan ini berasal dari peningkatan nilai surat berharga, kas dan setara kas, serta harta bergerak lainnya.
Terlepas dari kenaikan hartanya, Pramono menegaskan dirinya akan memperkuat sistem pengawasan internal hingga membuka akses informasi publik selama memimpin Jakarta.
“Saya percaya, kepercayaan rakyat hanya bisa dibangun dengan keteladanan dan keterbukaan. Kita harus bekerja jujur, melayani dengan hati, dan tidak alergi terhadap pengawasan,” ujar Pramono.
BACA JUGA:
Dalam penyampaian LHKPN terbarunya, Pramono melaporkan memiliki 9 bidang tanah dan bangunan senilai Rp35.427.059.686 (Rp35 miliar), terdiri dari 1 tanah dan bangunan di Bogor, 1 tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, 1 tanah dan bangunan di Kediri, 3 tanah di Buleleng, 1 tanah di Sleman, serta 2 tanah dan bangunan di Bekasi.
Mantan Sekretaris Kabinet itu juga memiliki 4 kendaraan senilai Rp4.244.377.900 (Rp4,2 miliar), yang terdiri dari mobil Mini Cooper, Mitsubishi Outlander Jeep, Toyota Alphard, dan Mercedes Benz EQS.
Selain itu, Pramono melaporkan mempunyai harta bergerak lainnya senilai Rp19.135.000.000 (Rp19 miliar), surat berharga Rp37.250.208.528 (Rp37 miliar), kas dan setara kas senilai Rp 19.078.728.915 (Rp19 miliar).
Total harta Pramono yang dilaporkan sebesar Rp115.135.375.029 (Rp115 miliar), namun Pramono memiliki utang sebesar Rp616.875.600 (Rp616 juta), sehingga kekayaannya saat ini sebesar Rp114,5 miliar.