JAKARTA - Penyebab kematian Diplomat Ahli Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ary Daru Pangayunan masih menjadi tanda tanya. Polisi butuh waktu panjang hingga menggandeng beberapa ahli untuk mengungkap misteri tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan ahli pertama yang turut dilibatkan yakni tim kedokteran forensik.
Tim dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini bertugas mengautopsi jenazah Ary Daru Pangayunan.
"Untuk mengetahui penyebab kematian ya sama nanti juga akan dijelaskan oleh ahli perkiraan jam kematian," ujar Ade kepada wartawan, Kamis, 24 Juli.
Dalam proses autopsi, juga akan dilakukan toksikologi. Tujuannya untuk mengetahui zat kimia atau racun pada jenazah Kemlu tersebut.
Ada pula pemeriksaan histopatologi. Beberapa sampel organ dalam Ary Daru Pangayunan akan diperiksa untuk memastikan ada tidaknya penyakit dalam.
Tak sampai disitu, tim Inafis juga sudah dikerahkan untuk memeriksa sidik jadi dari lokasi kejadian, termasuk pada barang-barang di kamar kos.
"Kemudian yang ketiga, penyelidik juga saat melakukan olah TKP mengecek barang-barang itu mengambil beberapa sampel DNA untuk dilakukan proses pemeriksaan DNA," sebutnya
Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan laboratoris terhadap barang bukti elektronik seperti laptop, ponsel, dan CCTV. Khusus rekaman kamera pengawas, penyelidik juga menyita dari 20 titik lokasi.
BACA JUGA:
Rekaman CCTV itu mulai dari lingkungan rumah kos hingga tempat-tempat yang pernah didatangi Ary Daru Pangayunan sebelum ditemukan tewas.
"Dimulai dari circle terkecil dari TKP yaitu lingkungan kos korban. Kemudian beberapa tempat yang pernah dikunjungi korban sampai 7 hari terakhir ya. Kemudian juga lokasi-lokasi tempat kerja korban," ucap Ade.
Masih terkait alat bukti digital, tim dari Direktorat Siber Polda Metro Jaya juga dikerahkan. Bahkan, penyelidik mendalami latar belakang dari diplomat Kemlu tersebut untuk mecari petunjuk.
"Penyelidik juga melakukan pendalaman terhadap latar belakang korban, yaitu dengan melakukan dan melibatkan tim ahli dari psikologi forensik. Ini juga kami lakukan ya untuk mengumpulkan peristiwa ini secara utuh ya," kata Ade.
Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas di dalam indekost 'Gues House Gondia' kamar 105, Jalan Gondangdia Kecil, No 22, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, Selasa, 8 Juli.
Saat ditemukan, jasad Arya Daru Pangayunan dalam kondisi wajah tertutup plastik dan dililit lakban berwarna kuning. Saat ini, penyebab kematiannya belum diketahui.