Bagikan:

JAKARTA - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam menyebut penyebab kematian Diplomat Ahli Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan semakin jelas.

Perihal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat analisa dan evaluasi (anev) dengan para ahli forensik dan penyelidik di Polda Metro Jaya.

"Kalo dari kemarin kita bilang proses ini semakin terang peristiwanya, hari ini ketambahan semakin jelas penyebab kematiannya," ujar Anam kepada wartawan, Senin, 28 Juli.

Semakin terangnya teka-teki penyebab kematian Arya Daru Pangayunan berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim dokter forensik.

Kendati demikian, Anam enggan menyampaikan lebih jauh perihal tersebut, termasuk ada tidaknya unsur pidana di balik tewasnya diplomat Kemlu tersebut.

"Kemarin peristiwanya sudah terang dan tadi semakin terang habis itu penyebab kematiannya sudah jelas," ucapnya.

Bahkan, Anam menyebut hanya tinggal menunggu serangkaian hasil penyelidikan tersebut diumumkan ke masyarakat. Sebab, dari proses pemaparan, tidak ada hal janggal dari hasil penyelidikan.

"Besok Polda Metro Jaya akan mengumumkannya," kata Anam.

Pada proses rapat anev tersebut, para ahli yang dilibatkan yakni dari dokter forensik, Laboratorium Forensik (Labfor), psikologi forensik dan siber forensik.

Pun, dari pihak eksternal seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komnas HAM serta Kemlu juga akan dilibatkan dalam proses gelar perkara yang akan dilaksankan sekitar pukul 10.00 WIB tersebut.

Diketahui, dalam upaya mengungkap penyebab kematian Ary Daru Pangayunan, polisi telah memeriksa belasan saksi. Kemudian, menyita rekaman CCTV dari 20 lokasi.

Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas di dalam indekost 'Gues House Gondia' kamar 105, Jalan Gondangdia Kecil, No 22, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, Selasa, 8 Juli.

Saat ditemukan, jasad Arya Daru Pangayunan dalam kondisi wajah tertutup plastik dan dililit lakban berwarna kuning. Saat ini, penyebab kematiannya belum diketahui.