Bagikan:

JAKARTA - Tim psikologi forensik telah melakukan serangkaian pemeriksaan guna mengungkap penyebab kematian Diplomat Ahli Muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan proses pemeriksaan tersebut dilakukan sejak sepekan kemarin.

"Dari hari minggu kemarin, tim psikologi forensik sudah melakukan pemeriksaan pendalaman secara psikologi forensik atau autopsi forensik dan hingga saat ini masih berjalan," ujar Reonald kepada wartawan, Sabtu, 19 Juli.

Namun, tak disampaikan mengenai hasil sementara dari proses pemeriksaan yang dilakukan tim psikologi forensik tersebut.

Reonald hanya menyampaikan penyelidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum yang menangani kasus tersebut masih menunggu hasil dari pemeriksaan psikologi forensik maupun laboratorium forensik.

"Penyelidik Direktorat Reserse Kriminal Umum memastikan bahwa dalam melakukan pengungkapan perkara ini menggunakan scientific crime investigation," sebutnya.

Sembari menunggu hasil psikologi forensik dan labfor, penyelidik disebut telah memeriksa lima saksi. Mereka merupakan rekan kerja dan istri dari Arya Daru Pangayunan.

"Yang pertama VD, rekan kerja dari korban ADP. Kemudian yang kedua, DMS rekan kerja ADP, yang ketiga inisial S, ini penjaga kos dan saksi yang pertama kali menemukan korban sudah tidak bernyawa di dalam kamar," ucap Reonald.

"Yang keempat FM, ini merupakan rekan atau tetangga kos dari ADP dan yang kelima MAP merupakan istri dari korban ADP," sambungnya.

Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas di dalam indekost 'Gues House Gondia' kamar 105, Jalan Gondangdia Kecil, No 22, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, Selasa, 8 Juli.

Saat ditemukan, jasad Arya Daru Pangayunan dalam kondisi wajah dililit lakban berwarna kuning. Saat ini, penyebab kematiannya belum diketahui.