YOGYAKARTA – Sejumlah orang yang melakukan transplantasi hati memiliki kekhawatiran bakal menerima warisan sifat dari pendonornya. Hal ini pula yang dirasakan oleh Dahlan Iskan, eks Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Berdasarkan informasi yang dihimpun VOI, Dahlan Iskan menjalani operasi transplantasi organ pada 2007 silam, atau sekitar 18 tahun lalu. Ia mendapatkan donor hati dari seorang pemuda China berusia 21 tahun.
Operasi tersebut berjalan sukses. Organ hati yang ditransplantasikan ke Dahlan Iskan semakin menyatu. Bahkan, setelah belasan tahun menerima donor organ, Dahkan Iskan yang saat ini hampir berusia 74 tahun masih tampak sehat, segar, dan bugar.
Pembawaannya yang energik (seperti anak muda) juga sempat dikaitkan dengan operasi transplantasi hati yang sempat dijalaninya. Mungkin karena pendonornya anak muda, Dahlan jadi memiliki sifat seperti anak muda.
Lantas, benarkah sifat Dahlan Iskan berubah sejak donor hati? Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan berikut ini.
BACA JUGA:
Sifat Dahlan Iskan Berubah Sejak Donor Hati?
Bagi Dahlan Iskan, kekhawatiran utamanya bukanlah mengalami perubahan sifat setelah dapat donor hati, melainkan tidak bisa lagi menulis dengan baik.
Hal ini sempat diungkapkan Dahlan di laman pribadinya. Untuk mengatasi kekhawatirannya itu, seminggu setelah operasi, Dahlan langsung membagikan pengalamannya menjalani transplantasi.
Terkait hal, ada sejumlah alasan mengapa Dahlan memaksakan dirinya untuk menulis, meski belum sepenuhnya pulih dari operasi.
Menurutnya, hal ini dilakukan agar tidak ada catatan di otak yang hilang. Sebagian lagi untuk mengetes apakah dirinya masih bisa menulis dengan baik.
Soal perubahan sifat setelah mendapat donor hati, Dahlan mengaku tidak merasakan perubahan apa-apa.
“Sampai hari ini, saya belum merasakan perubahan apa-apa,” ungkap Dahlan di laman pribadinya, dikutip VOI.
Sebagai informasi tambahan, Dahlan Iskan menjalani operasi transplantasi hati di Tianjin First Center Hospital, China pada 6 Agustus 2007. Operasi ini dilakukan lantaran organ hatinya sudah terkena sirosis dan kanker hati.
Setelah dioperasi selama 18 jam, fungsi hati Dahlan Iskan menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Bahkan, ia dapat beraktivitas dengan prima sampai saat ini.