Bagikan:

JAKARTA - Unit Reskrim Polsek Pulogadung melakukan penyelidikan terkait viral komplotan copet yang beraksi di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur.

Kapolsek Pulogadung Kompol Suroto mengatakan, tim opsnal Unit Reskrim Polsek Pulogadung menindak lanjuti terkait berita viral video amatir aksi premanisme atau copet di terminal bus Pulogadung.

"Tim mendatangi lokasi dan didapati keterangan dari 4 orang saksi. Menurut keterangan saksi 1 dan saksi 2 yang biasa berjualan dan mengamen di depan atau seputaran terminal bus pulogadung bahwa benar orang yang di video amatir tersebut diduga bernama Manurung, posisinya sekarang sedang menjalani hukuman di Lapas Cipinang," kata Kompol Suroto saat dikonfirmasi VOI, Rabu, 16 Juli 2025.

Dari pengakuan kedua saksi, terduga pelaku copet yang terekam dalam video tersebut diduga adalah Manurung. Pelaku sudah lebih dari 1,5 tahun lalu sudah ditangkap oleh Kepolisian.

"Menurut keterangan saksi lainnya, bangunan seperti rumah yang terlihat di rekaman video amatir tersebut diduga sudah dibongkar. Bangunan tersebut adalah WC umum/MCK," katanya.

Selanjutnya tim melakukan pengecekan bahwa benar bangunan tersebut adalah wc umum atau mck, sudah tidak ada dan sudah dibongkar.

"Diduga video tersebut kejadian atau peristiwa itu sudah lama. Namun demikian tim tetap lakukan pantauan-pantauan di tkp dan seputaran. Serta meningkatkan patroli tertutup pada saat jam-jam rawan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, aksi kejahatan modus komplotan copet kembali marak di terminal Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Kali ini, gerak gerik aksi komplotan copet tersebut berhasil direkam oleh seorang pengendara mobil.

Pelaku terlihat mengincar orang-orang yang membawa tas di belakang ataupun yang sedang lengah ketika membawa barang berharga. Sasaran utama para pelaku adalah penumpang angkutan umum di terminal Pulogadung.

Rekaman video amatir ini juga diunggah akun @jakut.info. Dalam unggahan tersebut, pelaku seketika mendekati korban dari arah belakang lalu dalam waktu singkat merampas barang berharga dari tas korban.

"Di sini copetnya pakai tas, biar kelihatan kayak orang biasa. Jadi kalian kalau lewat Pulogadung jangan taruh tas di belakang atau di samping. Ini pemain lama dia," kata pria perekam video.