Bagikan:

JAKARTA - Meski sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) sudah menjadi prioritas, Polda Metro Jaya tetap menerapkan tilang manual dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2025 yang berlangsung, Senin 14 hingga 27 Juli mendatang. Hal ini disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin.

“Untuk ruas jalan yang belum terjangkau ETLE, baik stasioner maupun mobile, tilang konvensional masih tetap diperlukan,” ujar Kombes Komarudin dalam keteranganya, Selasa 15 Juli.

Komarudin menjelaskan sistem ETLE, baik berbasis kamera tetap maupun bergerak belum mencakup seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu, tilang manual diperlukan sebagai pelengkap penindakan.

“Jika kami hanya mengandalkan ETLE, maka tentu ada jalan-jalan yang belum ter-cover,” jelasnya.

Salah satu fokus utama Operasi Patuh Jaya tahun ini adalah pelanggaran melawan arus, yang sering terjadi di jalur yang belum dipantau kamera ETLE.

Operasi ini melibatkan 2.938 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah. Fokus utama adalah menciptakan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas).

“Ini adalah operasi rutin tahunan. Kolaborasi antara Polri, TNI, dan stakeholder pemda,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Senin kemarin.