Bagikan:

JAKARTA - Gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2025 resmi berakhir setelah berlangsung selama 25 hari. Marketing Director PT Jakarta International Expo (JIExpo), Ralph Scheunemann, mengungkapkan bahwa pengelolaan parkir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) utama yang perlu dibenahi untuk penyelenggaraan tahun depan.

Setiap kali Jakarta Fair digelar, kemacetan di sekitar kawasan JIExpo Kemayoran hampir selalu terjadi. Salah satu penyebabnya adalah antrean kendaraan yang hendak masuk ke area parkir resmi di dalam JIExpo.

Tak hanya itu, banyak kendaraan juga terlihat parkir secara tidak resmi di tepi Jalan Benyamin Sueb dan Jalan HBR Motik. Kondisi ini turut memperparah kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi acara.

"Memang kendalanya parkir. Sebenarnya parkiran kita ini sudah salah satu yang terbesar di Jakarta. Tapi, ya kita juga menyelenggarakan event terbesar di Jakarta, bahkan di Asia Tenggara," ujar Ralph kepada wartawan, Minggu, 13 Juli malam.

Ralph mengatakan, pihaknya sempat mempertimbangkan opsi menambah lahan parkir di luar kawasan JIExpo. Namun, hasil evaluasi internal menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung enggan parkir jauh dari area pameran.

"Masyarakat Indonesia itu sukanya kalau bisa parkir sedekat-dekatnya. Mereka belum terbiasa parkir di luar atau menggunakan shuttle bus dan sejenisnya. Nah, edukasi seperti ini yang sedang kita kembangkan," jelasnya.

Menurut Ralph, pembangunan tempat parkir tambahan di luar JIExpo sudah masuk dalam radar kajian internal. Namun, pihaknya juga mempertimbangkan bahwa kebutuhan parkir dalam skala besar hanya terjadi saat Jakarta Fair berlangsung.

"Kemungkinan membangun fasilitas parkir baru sedang kita kaji. Tapi mungkin ada solusi lain yang lebih efisien, mengingat kebutuhan parkir seperti ini sifatnya musiman," tambahnya.

Selama ini, panitia masih memberi ruang bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengelola parkir di luar area JIExpo. Namun, pengelolaan tersebut harus dilakukan dengan koordinasi bersama pihak kepolisian dan petugas terkait.

"Meskipun ada parkir di luar dan dikelola oleh LSM, kita tetap berkoordinasi dengan mereka, juga dengan kepolisian dan PPK. Ini juga bagian dari multiply effect. Mereka pun mendapat rejeki. Tapi ya, jangan sampai harga parkir dipatok seenaknya, harus disesuaikan," tutur Ralph.

Jakarta Fair 2025 yang berlangsung dari 19 Juni hingga 13 Juli tahun ini mencatatkan jumlah pengunjung mencapai 5,9 juta orang. Total nilai transaksi atau perputaran uang selama acara berlangsung disebut mencapai Rp 7,3 triliun.

Tercatat sebanyak 2.550 perusahaan dengan 1.550 stan berpartisipasi dalam Jakarta Fair tahun ini. Sekitar 25 ribu orang turut terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari tenaga promosi, petugas kebersihan, keamanan, hingga staf teknis lainnya.