Kroasia Perpanjang <i>Lockdown</i> Meski Sempat Berencana Menghentikannya
Wilayah Makarska, Kroasia (Anton Sharov/Unsplash)

Bagikan:

Perpanjang Lockdown 15 Hari Jadi Cara Kroasia Lawan COVID-19

JAKARTA - Kroasia akhirnya memutuskan memperpanjang kebijakan lockdown selama 15 hari, tepatnya hingga 4 Mei. Kebijakan ini terpaksa diambil Kroasia, yang meski beberapa waktu sempat berencana melonggarkan kebijakan tersebut.

Opsi itu diambil pemerintah Kroasia sebagai upaya melindungi kesehatan dan keselamatan warganya. Menteri Dalam Negeri Kroasia Davor Bozinovic mengatakan upaya ini untuk mengontrol penyebaran COVID-19.

"Kami memutuskan memperpanjang tindakan-tindakan selama 15 hari hingga 4 Mei,” kata Bozinovic, dilansir Reuters, 20 April.

Aturan tersebut merupakan lanjutan dari tindakan pemerintah Kroasia yang sebelumnya telah menutup semua toko, bar, restoran, sekolah, memberhentikan operasi angkutan umum dan hanya menyisakan toko makanan, apotek serta pom bensin saja.

Adapun mereka yang boleh meninggalkan rumah adalah mereka yang hanya mereka yang perlu membel kebutuhan pokok, mencari perawatan medis, berjalan-jalan atau berolahraga saja. Hal itu berlaku untuk perseorangan agar tetap menjaga kontak dengan orang lain.

Oleh sebab itu, pemerintah Kroasia saat ini sedang mengaji kemungkinan untuk melonggarkan langkah-langkah tertentu guna membantu perekonomian. Salah satunya dengan mengurangi pembatasan bagi warga Kroasia yang hendak meninggalkan rumahnya.

Rencananya, aturan itu diberlakukan kepada mereka yang berpergian tak sampai keluar dari wilayah domisilinya. Sementara, perjalanan antarwilayah tetap dilarang, kecuali memiliki alasan kuat seperti untuk keperluan medis.

Tak menunggu lama, pemerintah telah menjadwalkan rapat pada hari Kamis, 23 April untuk berbicara perihal masalah di atas agar warganya dapat mengetahui kelonggaran apa saja yang diberikan oleh pemerintah untuk membangkitkan geliat ekonomi serta menjaga kesehatan warganya.

Sementara itu, Kroasia telah mencatat 1.832 kasus positif tertular COVID-19, di antaranya 39 kasus meninggal dunia. Meski begitu, jumlah tersebut merupakan angka yang cukup rendah dibanding negara lainnya di Eropa dengan peningkatan yang cukup signifikan tiap harinya seperti Italia dan Spanyol.

 

 

 

Ilustrasi:

 

Dubrovnik| Kroasia

 

Photo by Jonathan Smith on Unsplash