Bagikan:

JAKARTA - Peneliti dari King Faisal University di Eastern Province, Arab Saudi telah mengembangkan sensor pintar berbiaya rendah yang bertujuan untuk mengurangi pembusukan produk segar.

Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, perangkat tersebut, yang sekarang terdaftar di Kantor Paten dan Merek Dagang AS, dirancang untuk memprediksi pembusukan lebih awal selama transportasi dan penyimpanan.

Dikembangkan oleh tim dari Fakultas Sains KFU, perangkat tersebut mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap, khususnya gas etilen, indikator utama timbulnya pembusukan pada produk segar.

"Prototipe yang ringkas dan ringan ini dirancang agar mudah dipasang di unit pendingin atau kontainer pengangkut," menurut laporan tersebut, dikutip dari Arab News 1 Juli.

Karena perangkat tersebut dapat dihubungkan ke jaringan Internet of Things, pemantauan jarak jauh waktu nyata dan peringatan dini dapat dilakukan oleh para pemangku kepentingan di seluruh rantai pasokan pangan.

Perangkat tersebut dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendinginan dan distribusi, sehingga menawarkan solusi praktis untuk sektor pangan dan logistik, jelas pernyataan laporan itu.

Ditambahkannya, perangkat tersebut dipamerkan oleh KFU selama "16th Conference of the Parties to the UN Convention to Combat Desertification" di Riyadh Desember tahun lalu.

Perangkat tersebut telah menarik minat yang signifikan dari para investor karena "nilai praktisnya dalam mendukung pertanian cerdas dan meminimalkan pemborosan makanan dalam rantai pasokan," lapor SPA.