JAKARTA - Banyak anggota parlemen Amerika Serikat (AS) ingin pemerintahan Donald Trump melanjutkan negosiasi dengan Teheran. Mereka menganggap solusi militer tidaklah cukup.
"Meskipun fasilitas-fasilitas itu jelas telah dihancurkan, terutama yang berada di atas tanah, ada ratusan kilogram uranium yang diperkaya yang belum diketahui keberadaannya, juga tidak ada informasi tentang apa yang terjadi dengan berbagai komponen dan lokasi rahasia yang juga belum diketahui keberadaannya," kata anggota Kongres Demokrat Raja Krishnamoorthi kepada CNN.
"Saya pikir banyak dari kita yang sampai pada kesimpulan bahwa Anda harus bernegosiasi di meja perundingan untuk mengakhiri program nuklir mereka karena solusi militer tidaklah cukup seperti yang kita ketahui minggu ini," sambungnya.
Krishnamoorthi juga mengatakan pemerintah belum memberikan perincian tentang apa yang terjadi pada apa yang diyakini sebagai uranium yang diperkaya yang hilang di Iran, meskipun ada pertanyaan dari para anggota parlemen.
Usai gencatan senjata Iran-Israel, hubungan AS dengan Iran kembali memanas gara-gara Presiden Trump tersulut pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Dilansir Reuters, Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Jumat, 27 Juni waktu setempat, menegaskan tidak menutup kemungkinan menyerang Iran lagi.
"Tentu, tanpa pertanyaan, tentu saja," katanya menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan serangan ke Iran.
Trump ingin pengawas dari Badan Tenaga Atom Internasional - pengawas nuklir PBB memeriksa situs nuklir Iran setelah dibom akhir pekan lalu.
BACA JUGA:
Trump bereaksi keras terhadap pernyataan pertama Khamanei setelah konflik 12 hari dengan Israel yang berakhir ketika Amerika Serikat melancarkan serangan bom akhir pekan lalu terhadap situs nuklir Iran.
Khamanei mengatakan Iran "menampar muka Amerika" dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan utama AS di Qatar setelah serangan bom AS.
Khamanei juga menyebut Iran tidak akan pernah menyerah.
Sementara Trump mengatakan dia telah menyelamatkan nyawa Khamanei.
"Negaranya hancur lebur, tiga Situs Nuklirnya yang jahat DIHANCURKAN, dan saya tahu TEPAT di mana dia berlindung, dan tidak akan membiarkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS, yang sejauh ini Terhebat dan Terkuat di Dunia, mengakhiri hidupnya," kata Trump dalam unggahan media sosial.
"SAYA MENYELAMATKANNYA DARI KEMATIAN YANG SANGAT BURUK DAN MEMALUKAN," katanya.
Sedangkan Iran meminta Trump tak reaktif menanggapi Khamenei. Pernyataan yang menggebu-gebu dianggap Iran malah menyulut persoalan baru.
"Jika Presiden Trump benar-benar menginginkan kesepakatan, ia harus mengesampingkan nada tidak hormat dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dan berhenti menyakiti jutaan pengikutnya yang tulus," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam postingan di X pada Sabtu, 28 Juni dini hari.