JAKARTA - Meskipun situs nuklir Iran mengalami kerusakan akibat serangan AS, Iran akan mempertahankan pengayaan uranium, kata penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani.
“Bahkan jika situs nuklir dihancurkan, permainan belum berakhir, material yang diperkaya, (keinginan politik) tetap ada. Dengan (legitimasi pertahanan) yang tepat, inisiatif politik dan operasional sekarang ada di pihak yang bermain cerdas, menghindari serangan membabi buta. Kejutan akan terus berlanjut!" tulis Shamkhani di X dilansir ANTARA dari Sputnik-OANA, Senin, 23 Juni.
Amerika Serikat telah menyerang tiga situs nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan pada akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan itu bertujuan melumpuhkan kemampuan nuklir Iran.
Trump mengatakan Teheran harus setuju untuk "mengakhiri perang ini" atau menghadapi konsekuensi yang jauh lebih serius.
Iran menyangkal adanya komponen militer dalam proyek nuklirnya. Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi pada tanggal 18 Juni, para inspektur badan tersebut belum melihat bukti konkret bahwa Iran sedang mengejar program senjata nuklir.
BACA JUGA:
Komunitas intelijen AS, bertentangan dengan pernyataan Presiden Donald Trump dan Israel, percaya Iran tidak berusaha membuat senjata nuklir, seperti yang dilaporkan oleh CNN.
Mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan Craig Murray mengatakan kepada RIA Novosti, Iran telah menunjukkan kesabaran dan kedamaian yang luar biasa selama beberapa tahun terakhir, terlepas dari tindakan Israel.