JAKARTA - Serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia di sekitar Kyiv menewaskan satu orang. Serangan juga memicu kebakaran di permukiman, dan merusak pintu masuk ke stasiun metro yang berfungsi sebagai tempat perlindungan ancaman bom.
"Gaya Rusia tidak berubah - menyerang tempat yang mungkin ada orang," kata Kepala Administrasi Militer Kyiv, Timur Tkachenko, dilansir Reuters, Senin, 23 Juni.
Kedua belah pihak membantah menargetkan warga sipil dalam perang yang dilancarkan Rusia pada Februari 2022. Tetapi ribuan warga sipil telah tewas dalam konflik tersebut, sebagian besar dari mereka adalah warga Ukraina.
Seorang wanita berusia 68 tahun tewas dan dua orang terluka dalam serangan di wilayah Kyiv yang lebih luas yang mengelilingi ibu kota Ukraina, kata Gubernur Mykola Kalashnik di Telegram.
Di ibu kota itu sendiri, lima orang dilaporkan terluka.
Foto-foto yang diunggah oleh Layanan Darurat Negara Ukraina menunjukkan tim penyelamat membawa orang-orang ke tempat aman dari beberapa bangunan dan bangunan yang terbakar dalam kegelapan.
Layanan tersebut mengatakan seorang wanita hamil termasuk di antara mereka yang diselamatkan.
Serangan pada Minggu, 22 Juni malam itu menyebabkan kerusakan di tiga dari 10 distrik kota, termasuk di beberapa gedung apartemen.
BACA JUGA:
Pintu keluar menuju stasiun metro di distrik Sviatoshynskyi di Kyiv juga rusak, begitu pula halte bus di sebelahnya.
Stasiun metro dalam Kyiv telah digunakan sepanjang perang sebagai beberapa tempat perlindungan bom teraman di kota itu.
Serangan paling mematikan Rusia di Kyiv minggu lalu dengan ratusan pesawat tanpa awak menewaskan 28 orang dan melukai lebih dari 150 orang.
Pejabat Ukraina mengatakan hampir 30 lokasi terkena serangan selama beberapa gelombang itu.