JAKARTA - Denmark akan terus mempersiapkan Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa dalam menghadapi perundingan yang dihalangi Hongaria, saat negara Nordik itu mengambil alih jabatan Presiden Dewan Eropa mulai 1 Juli, kata Menteri urusan Eropa pada Hari Kamis.
"Sayangnya, Hongaria menghalangi dan kami berusaha memberikan tekanan sebanyak mungkin di sana dan juga melakukan segala yang kami bisa untuk membuat Ukraina melanjutkan pekerjaan reformasi yang diperlukan," kata Menteri Urusan Eropa Marie Bjerre dalam konferensi pers di Kopenhagen, dilansir dari Reuters 20 Juni.
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban diketahui sangat menentang pemberian bantuan militer NATO dan UE kepada Ukraina, dengan mengatakan keanggotaan negara itu di UE akan menghancurkan petani Hongaria dan ekonomi yang lebih luas.
Ukraina sendiri telah memulai reformasi yang diperlukan dan siap untuk mempercepat perundingan.
"Saat kami sampai pada titik di mana kami benar-benar dapat membuka bab-bab perundingan tertentu, kami dapat siap untuk menutupnya dengan sangat cepat," kata Bjerre.
Denmark juga akan berupaya mencapai kesepakatan di antara negara-negara UE tentang tujuan iklim 2040 yang direncanakan blok tersebut.
BACA JUGA:
Komisi Eropa berencana mengusulkan target yang mengikat secara hukum pada Bulan Juli untuk memangkas emisi negara-negara UE hingga 90 persen pada tahun 2040, dari level tahun 1990.
Namun, karena menghadapi penolakan dari pemerintah, Brussels menilai berbagai opsi, termasuk menetapkan target yang lebih rendah untuk industri dalam negeri, dan menggunakan kredit karbon internasional untuk menutupi kesenjangan hingga 90 persen.