JAKARTA - Israel melancarkan serangan terbaru yang melibatkan lebih dari 50 jet tempur terhadap lokasi produksi sentrifus dan rudal Iran pada Rabu dini hari waktu setempat.
“Lebih dari 50 jet tempur Angkatan Udara, di bawah arahan intelijen yang tepat dari Cabang Intelijen, telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap target militer di wilayah Teheran dalam beberapa jam terakhir,” kata Israel Defense Forces (IDF) dilansir CNN, Rabu, 18 Juni.
Di antara target tersebut adalah lokasi yang digunakan untuk memproduksi rudal permukaan-ke-permukaan dan permukaan-ke-udara.
Israel mengklaim telah menyerang fasilitas produksi sentrifus di Teheran untuk menghambat program pengembangan senjata nuklir Iran.
BACA JUGA:
"Rezim Iran memperkaya uranium yang ditujukan untuk tujuan pengembangan senjata nuklir," kata IDF.
Pejabat militer dan intelijen AS telah lama mengatakan AS dan Israel sering berbeda pendapat tentang cara menafsirkan informasi tentang program nuklir Iran.
Pada Maret lalu, Direktur Intelijen Nasional, Tulsi Gabbard, menyebut komunitas intelijen AS menilai Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tidak mengizinkan dimulainya kembali program senjata nuklir yang ditangguhkannya pada tahun 2003.