JAKARTA - Wanita di Amerika Serikat ini rela meninggalkan karirnya dan berpindah negara bagian untuk menjadi pemburu ular.
Amy Siewe semula adalah agen real estat yang sukses. Namun, hidupnya berubah setelah ia menangkap ular piton pertamanya di Everglades, Florida.
"Saya langsung terpesona dengan ular. Jadi ketika saya mengetahui bahwa ada masalah ular piton di Florida, saya pergi berburu, saya menangkap ular piton sepanjang sembilan kaki (2,75 meter), dan begitulah. Saya terpikat!" katanya, seperti melansir Reuters 10 Juni.
Dalam waktu dua bulan, ia telah menjual usahanya di Indiana dan pindah ke Florida untuk menjadi pemburu ular piton.
Sekarang, dengan lebih dari 600 ular piton mati yang berhasil ditangkapnya, ia dikenal sebagai "Python Huntress", salah satu dari segelintir wanita di antara ratusan pria yang memburu ular piton Burma yang invasif di ekosistem lahan basah Everglades, Florida.
"Ular piton ini panjangnya sekitar 10 kaki (3 meter)," katanya sambil bergulat dengan ular yang baru saja ditangkapnya di rerumputan tinggi di tengah malam.
"Usianya mungkin sekitar tiga tahun, dan hingga saat ini telah memakan sekitar 200 hewan asli kita, termasuk mamalia dan burung," jelasnya.
Ular piton Burma telah menyebar melalui Taman Nasional Everglades sejak Badai Andrew pada tahun 1992 menghancurkan fasilitas penangkaran untuk perdagangan hewan peliharaan, menyebabkan sekitar 900 ular lepas.
Ular piton yang berasal dari Asia Tenggara ini dapat tumbuh hingga 18 kaki (5,5 meter) panjangnya dan memiliki nafsu makan yang besar, memakan satwa liar setempat, termasuk mamalia, burung, dan bahkan buaya.
Everglades adalah ekosistem subtropis yang unik, dengan ekosistem bakau berkelanjutan terbesar di Belahan Bumi Barat. Tempat ini merupakan rumah bagi beragam spesies unik, termasuk macan kumbang Florida yang terancam punah, buaya Amerika, dan buaya Amerika.
Namun, ular piton Burma tidak memiliki predator alami, sehingga populasi spesies invasif ini membengkak. Para ilmuwan telah mencatat penurunan dramatis pada rakun, oposum, kucing hutan dan kelinci di wilayah tersebut.
"Diperkirakan ada 500.000 ular piton di luar sana," kata Siewe.
Ular piton, yang diburu pada malam hari, secara hukum tidak dapat diangkut dalam keadaan hidup, jadi mereka dibunuh di tempat setelah ditangkap dan diukur.
Begitu sampai di rumah, Siewe menguliti ular yang mati, lalu meminta kulitnya disamak secara profesional untuk dijadikan tas, dompet, tali jam dan barang-barang lainnya.
BACA JUGA:
Rata-rata dibutuhkan waktu 12 jam untuk menangkap satu ular.
"Jadi, cara ini tidak begitu efektif," akunya.
"Kami akan selalu memiliki ular piton di Florida. Yang sedang kami coba lakukan adalah mencari cara untuk mengurangi jumlah mereka. Berburu saat ini adalah cara paling efektif yang kami miliki," tandasnya.