Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan Visi ASEAN 2045 harus menjadi kerangka kerja nyata, agar organisasi tersebut bisa mengambil peran utama baik di kawasan maupun global.

Hal itu disampaikan Menlu RI saat menghadiri 36th ASEAN Coordinating Council (ACC) Meeting yang digelar dalam rangkaian KTT ke-46 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.

Menlu Sugiono menegaskan, ASEAN Community Vision 2045 harus menjadi panduan utama dan strategis dalam memperkuat ASEAN sebagai komunitas yang inklusif, tangguh dan adaptif.

"Visi ini jangan hanya sekadar menjadi sebuah dokumen aspiratif, tetapi harus menjadi kerangka kerja nyata agar ASEAN bisa memainkan peran utama, baik di kawasan maupun secara global," ujar Menlu Sugiono dalam keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis 29 Mei.

Lebih lanjut Menlu Sugiono mendorong penguatan koordinasi lintas pilar ASEAN agar pelaksanaan Visi ASEAN 2045 berjalan efektif. Ia juga menyambut baik pemindahan mandat koordinasi lintas pilar dari Joint Consultative Meeting (JCM) ke Committee of Permanent Representatives (CPR) ASEAN yang berkedudukan di Jakarta.

Dalam pertemuan ini Menlu RI juga menyoroti pentingnya menjaga sentralitas ASEAN dalam kerja sama eksternal. Indonesia menyambut baik penyelenggaraan ASEAN–Gulf Cooperation Council (GCC) Ministerial Meeting yang dilakukan pada hari yang sama.

Menurut Menlu Sugiono, memperkuat kerja sama dengan GCC sangat penting, namun harus tetap berpijak pada prinsip sentralitas dan kesatuan ASEAN.

Terkait isu keanggotaan Timor-Leste, Menlu Sugiono kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap integrasi penuh Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN dan segera menjadi bagian dari keluarga besar ASEAN.

Menlu Sugiono mengapresiasi kemajuan positif yang telah dicapai dan menyambut operasionalisasi Timor-Leste Unit sebagai bagian dari proses aksesi.

"Kami mendorong semua negara anggota untuk terus memberikan dukungan teknis dan pembangunan kapasitas bagi Timor-Leste agar proses integrasi berjalan lancar dan konstruktif," ungkap Menlu Sugiono.

Diketahui, pertemuan ACC ke-36 ini menjadi forum koordinatif antar Menteri Luar Negeri ASEAN untuk membahas isu strategis lintas pilar, termasuk persiapan KTT ke-46 ASEAN, penguatan arsitektur kerja sama eksternal, dan sebagai arah strategis komunitas ASEAN post-2025.

Pertemuan mengadopsi dokumen Progress Report on the Implementation of the Roadmap for Timor-Leste’s Full Membership in ASEAN (July 2024-January 2025) dan dokumen lainnya yang akan disampaikan kepada para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-46 ASEAN.