Bagikan:

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat tengah menyelidiki dugaan keterkaitan sejumlah juru parkir (jukir) liar dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) menyusul maraknya aksi premanisme yang berafiliasi dengan ormas di kawasan Tambora.

Hal ini disampaikan Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Tri Suhartanto, usai penertiban jukir liar di sekitar mal Season City, Tambora, pada Kamis (22/5) malam.

"Saat ini kami masih dalam tahap pendalaman. Para jukir liar sudah diamankan, dan akan kami data terlebih dahulu," ujar Suhartanto.

Sebanyak 11 jukir liar diamankan dalam operasi tersebut. Mereka diketahui tidak mengenakan atribut resmi juru parkir dari Dinas Perhubungan (Dishub), seperti rompi khusus. Oleh karena itu, Polres akan berkoordinasi dengan Dishub dan Pemerintah Kota Jakarta Barat terkait penanganan lebih lanjut.

"Kami akan melakukan analisa dan evaluasi (anev), lalu menyampaikan hasilnya kepada Dishub dan Pemkot Jakarta Barat," tambahnya.

Penertiban ini merupakan bagian dari Operasi Berantas Jaya 2025, yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait maraknya praktik parkir liar di kawasan Season City, Jembatan Lima.

"Kami menerima banyak keluhan dari warga soal pungutan liar dan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan, bahkan disertai pemaksaan," jelas Suhartanto.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan praktik parkir liar yang meresahkan.

"Kami mengajak warga Jakarta Barat untuk melapor ke Polres, Polsek terdekat, atau langsung ke layanan 110. Kami siap melayani masyarakat selama 24 jam penuh," tegasnya.