Bagikan:

JAKARTA - Hujan lebat di provinsi Guangdong dan Guangxi di selatan China menewaskan lima orang dan menyebabkan beberapa orang hilang selama akhir pekan.

Pusat Meteorologi Nasional China mengeluarkan beberapa peringatan selama akhir pekan tentang hujan lebat di wilayah Jiangxi, Zhejiang, Fujian, Guangxi, Guangdong, dan provinsi Xinjiang di barat laut dari Minggu hingga Senin, kata kantor berita resmi Xinhua.

Dilansir Reuters, Senin, 19 Mei, peringatan kuning dikeluarkan di beberapa wilayah Zhejiang, Fujian, Guangdong, dan Guangxi, yang menunjukkan risiko banjir gunung yang relatif tinggi.

Tiongkok memiliki sistem peringatan cuaca empat tingkat dengan warna merah yang mewakili peringatan paling parah, diikuti oleh warna oranye, kuning, dan biru.

Data meteorologi China menunjukkan tahun 2024 adalah tahun terhangat bagi negara tersebut sejak pencatatan yang sebanding dimulai lebih dari enam dekade lalu, tahun kedua berturut-turut di mana tonggak sejarah terpecahkan.

Cuaca yang lebih hangat tahun lalu disertai dengan badai yang lebih kuat dan curah hujan yang lebih tinggi dan menyebabkan lonjakan konsumsi listrik di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Lembaga penyiaran pemerintah CCTV mengatakan hujan lebat juga diperkirakan terjadi mulai Senin hingga Selasa di beberapa wilayah termasuk wilayah paling barat Xinjiang di sepanjang Pegunungan Tianshan.