Bagikan:

JAKARTA - Presiden Claudia Sheinbaum memastikan kabinet keamanan Mekisko tengah menyelidiki pembunuhan influencer kecantikan muda saat tengah siaran langsung di media sosial TikTok.

Pihak berwenang mengatakan kematian Valeria Marquez (23), sedang diselidiki sebagai kemungkinan femisida, pembunuhan terhadap wanita atau anak perempuan karena alasan gender.

"Penyelidikan sedang dilakukan untuk pertama-tama menemukan mereka yang bertanggung jawab dan motif di balik situasi ini," kata Presiden Sheinbaum dalam konferensi pers rutinnya di pagi hari, melansir Reuters 16 Mei.

"Solidaritas kami untuk keluarganya," tambahnya.

Marquez dibunuh pada Hari Selasa di salon kecantikan tempat dia bekerja di Kota Zapopan oleh seorang pria yang masuk dan menembaknya, kata jaksa penuntut Negara Bagian Jalisco.

Kantor kejaksaan tidak menyebutkan nama tersangka.

Beberapa detik sebelum insiden, Marquez terlihat dalam siaran langsung TikTok-nya sedang duduk di meja sambil memegang boneka.

Ia terdengar berkata, "Mereka datang," sebelum sebuah suara di latar belakang bertanya, "Hai, Vale?"

"Ya," jawab Marquez, tepat sebelum mematikan suara siaran langsung tersebut.

Beberapa saat kemudian, ia ditembak mati. Seseorang tampak mengangkat teleponnya, dengan wajah mereka muncul sebentar di siaran langsung tersebut sebelum video berakhir.

Paramedis di tempat kejadian mengonfirmasi, ia meninggal karena luka tembak di kepala dan dada, menurut kantor berita El Financiero.

Pembunuhan ini telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh negara yang menghadapi tingkat kekerasan yang tinggi terhadap wanita.

Marquez, yang memiliki hampir 200.000 pengikut di Instagram dan TikTok, sebelumnya mengatakan dalam siaran langsung tersebut, seseorang datang ke salon tersebut saat ia tidak ada di sana dengan "hadiah mahal" untuk diberikan kepadanya. Marquez, yang tampak khawatir, mengatakan ia tidak berencana untuk menunggu orang tersebut kembali.

"Sampai saat ini, tidak ada tuduhan terhadap individu tertentu," kata kantor kejaksaan Jalisco dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam.

Menurut otoritas Meksiko, pembunuhan terhadap perempuan dapat melibatkan kekerasan yang merendahkan martabat, pelecehan seksual, hubungan dengan pembunuh, atau tubuh korban yang diekspos di tempat umum.

Presiden Sheinbaum mengatakan, kabinet keamanan Meksiko, yang dikelola oleh menteri senior, sedang berupaya memecahkan kasus pembunuhan tersebut dengan jaksa penuntut.

Menurut data terbaru dari Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin dan Karibia, Meksiko berada di peringkat yang sama dengan Paraguay, Uruguay dan Bolivia sebagai negara dengan tingkat pembunuhan terhadap perempuan tertinggi keempat di Amerika Latin dan Karibia, yaitu 1,3 kematian untuk setiap 100.000 perempuan pada tahun 2023.

Sementara, Jalisco berada di peringkat keenam dari 32 negara bagian Meksiko, termasuk Mexico City, untuk kasus pembunuhan, dengan 909 kasus tercatat di sana sejak awal masa jabatan Sheinbaum pada Oktober 2024, menurut konsultan data TResearch.